ADVERTISEMENT

KSAL soal Autopsi Brigadir J: Belum Ada Permintaan, TNI AL Stand By

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 15:05 WIB
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (Khairul Ma'arif/detikcom)
Jakarta -

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan TNI akan mengirim dokter terbaik untuk membantu proses autopsi jenazah Brigadir Nofriansyah Yoshua Hatubarat atau Brigadir J. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan TNI AL belum menerima permintaan untuk mengirim dokter forensik.

"Jadi untuk dokter forensik itu adalah kewenangan Panglima TNI dan itu sampai sekarang belum ada permintaan ke AL, sehingga ke saya pun juga tidak menyiapkan itu karena memang tidak ada permintaan," kata Yudo kepada wartawan di Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, Selasa (26/7/2022).

Yudo mengatakan pihaknya siap mengirimkan dokter apabila diminta. Saat ini, Yudo mengatakan TNI AL dalam posisi stand by.

"Kemarin ditanya media soal itu, sehingga beliau memang ada permintaan mungkin akan diberikan, tapi kan sampai sekarang tidak ada permintaan, sehingga kita stand by saja," katanya.

Ia mengakui dari TNI AL memang sangat minim sumber daya untuk dokter forensik. Menurutnya, jumlah dokter forensik di tubuh TNI AL bisa dapat dihitung jari.

"Kita memang minim dokter forensik, karena memang tidak masuk tugas pokok AL untuk forensik, karena tidak punya kewenangan sampai situ. Kewenangan forensik kan ada di Polri, sehingga dokter kita ya hanya 2 atau 3 orang di seluruh AL," tambahnya.

Diketahui, Brigadir J tewas ditembak rekannya sesama polisi di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) lalu. Peristiwa ini disorot oleh berbagai pihak, termasuk keluarga korban. Hal ini disebabkan pihak keluarga menuding Brigadir J tewas dibunuh secara terencana jika dilihat dari bekas luka yang ada di tubuhnya.

Oleh karena itu, pihak keluarga meminta adanya pelaksanaan autopsi ulang atas jenazah Brigadir J untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya. Pengacara keluarga menyebut proses autopsi ulang akan melibatkan ahli forensik dari rumah sakit 3 matra TNI.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kemudian buka suara mengenai hal itu. Andika menyebut dokter berinisial F dari RSPAD telah dipilih oleh perhimpunan dokter forensik untuk dilibatkan dalam autopsi ulang Brigadir J.

Panglima TNI menegaskan pihaknya tidak ikut mengarahkan penunjukan dokter dari TNI dalam autopsi ulang Brigadir J. Ini dilakukan demi menghindari kecurigaan. Dokter yang dipilih yakni dokter F dari RSPAD.

"Intinya kami tidak mengarahkan, 'Oh pilih ini', nggak. Nggak ada. Pokoknya terserah supaya tidak ada kecurigaan apapun. Kami nggak ada keinginan untuk, 'Oh yang harus dan boleh membantu autopsi misalnya dokter F', misalnya. Saya nggak sebut nama lengkapnya. Tapi intinya, jadi intinya sih kami siap siapa pun itu," kata Jenderal Andika kepada wartawan di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/7).

"Yang jelas dipilih oleh perhimpunan dokter forensik karena memang punya kompetensi, dokter F. Ini dari RSPAD," imbuh dia.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT