ADVERTISEMENT

Mahfud Md soal Islamofobia: Yang Ngomong Abu Janda, Bukan Pemerintah

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 13:55 WIB
Menko Polhukam
Menko Polhukam Mahfud Md (Iswahyudi/20detik)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menegaskan bahwa di Indonesia itu tidak ada islamofobia. Mahfud Md mengatakan ketidakadaan islamofobia itu dibuktikan dengan kebijakan pemerintah saat ini.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam acara 'Imaji Satu Abad Indonesia' yang diselenggarakan di Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (26/7/2022). Awalnya, Mahfud membacakan postingan di medsos perihal islamofobia.

"Ada lagi yang katakan tulisan di medsos, ramai ini. Di Indonesia itu orang Islam itu mayoritas, mayoritas orang Islam di Indonesia. Tapi di Indonesia terjadi islamofobi, saya katakan ndak ada islamofobi di Indonesia, ndak ada," kata Mahfud dalam acara itu.

Tidak adanya iIslamofobia itu, kata Mahfud, dibuktikan dengan orang Islam sudah bebas bersaing di politik, di pemerintahan, intelektual, orang Islam sudah bebas. Menurutnya, ketakutan pada orang Islam saat ini tidak ada di zaman pemerintahan sekarang.

"Fobi-nya apa? Fobi itu kan artinya tiga, satu takut, pemerintah takut terhadap orang Islam. Oleh sebab itu dikepinggirkan, kebijakannya anti-Islam, ndak ada ini pemerintah yang takut pada orang Islam, malah pemerintahnya seneng tuh menyatakan Islam, bawa sajadah, menteri bawa sajadah, presiden ke masjid, presiden ke pesantren, ndak malu, ndak takut tuh ngaku Islam," papar Mahfud.

Menurutnya, islamofobia itu ada saat zaman Orde Baru. Dia mengatakan dulu di zaman itu, tokoh-tokoh besar enggan menyatakan identitasnya.

"Takut atau benci, nggak ada yang benci, orang-orang boleh kamu bersaing semua hal orang Islam. Itu fobi atau orang Islamnya malu kayak dulu zaman-zaman Orde Baru itu manalah itu agak fobi juga itu. Orang Islam dulu kan kalau mau ngaku orang Islam itu ndak boleh maju lho itu dulu, orang NU nggak bisa maju dulu, ndak ngaku zaman orde baru itu kalau orang NU. Banyak profesor di UGM baru tahu saya kalau mereka orang NU tuh sesudah reformasi, karena zaman Orde Baru ndak berani ngaku, ada fobi, sekarang ndak," ungkapnya.

Mahfud Sebut Abu Janda

Kemudian, Mahfud menyoroti postingan di media sosial lainnya yang menyatakan saat ini di Indonesia ada islamofobia dengan isu gaya pakaian. Dia mencontohkan celana cingkrang dan cadar.

Dia menegaskan bahwa islamofobia itu tidak ada di Indonesia. Dia mengatakan yang menyatakan islamofobia itu hanya Abu Janda.

"Saudara, yang mengatakan itu bukan pemerintah, rakyat terhadap rakyat lain. Itu bukan fobi namanya, bukan islamofobia. Yang mengatakan itu Abu Janda, bilang ke ini, lalu dibilang islamofobia, dia yang fobi, pemerintah kan tidak. Pemerintah kan tidak. Kalau hanya orang mengatakan 'hei kamu kok bercadar itu kearab-araban' lalu dibilang fobi, lho yang bilang bukan pemerintah, bukan kebijakan negara," tegas Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut islamofobia dulu sempat ada. Namun saat ini tidak ada.

"Dulu, zaman Daud Yusuf memang orang dilarang pakai jilbab seperti ini, resmi dilarang. Itu fobi namanya, sekarang ndak, orang pakai, bahkan polisi sendiri punya pakaian muslim, masa dibilang fobi," pungkasnya.

Simak juga 'Mahfud Bicara Islamofobia hingga Trauma Politik':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT