Pelindo Ungkap 1 Kontainer Senjata Disegel di Lampung Bukan Impor

ADVERTISEMENT

Pelindo Ungkap 1 Kontainer Senjata Disegel di Lampung Bukan Impor

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 24 Jul 2022 14:58 WIB
Penemuan 1 tricon container US Army berisi senjata yang tidak tercantum pada daftar izin impor sementara yang diajukan vendor PT JT Square di Pelabuhan Panjang oleh Bea dan Cukai.
Penemuan 1 tricon container US Army berisi senjata yang tidak tercantum pada daftar izin impor sementara yang diajukan vendor PT JT Square di Pelabuhan Panjang oleh Bea dan Cukai. (ANTARA/HO)
Jakarta -

Satu kontainer berisi senjata milik US Army di Pelabuhan Panjang, Lampung, disegel Bea Cukai karena tidak terdaftar di manifes kapal. Senjata tersebut bukanlah senjata impor, melainkan akan digunakan US Army untuk latihan bersama dengan TNI AD.

Manajer HSSE Pelindo regional 2 Panjang, Adhi Nugroho, mengatakan senjata tersebut bukanlah senjata impor melainkan akan digunakan untuk latihan bersama antara US Army dan TNI di Baturaja, Palembang, dalam waktu dekat. Setiap tahun, kata Adhi, Indonesia dan tentara Amerika Serikat rutin menggelar latihan militer bersama bernama Garuda Shield.

Kemudian, untuk mendukung latihan antara US Army dengan TNI itu, peralatan senjatanya dikirim melalui Pelabuhan Panjang, Lampung. Lalu, saat tiba di Pelabuhan Panjang, senjata tersebut diperiksa oleh Bea Cukai dan sebagian ditemukan tidak terdaftar di manifes sehingga senjata tersebut akan dilakukan manifes ulang.

"Kebetulan walaupun lewat Pelabuhan Panjang tetap regulasi-regulasi harus dipenuhi, salah satunya adalah pengecekan oleh Bea Cukai terhadap manifes serta barang yang dimasukkan. Ternyata ada beberapa senjata itu yang tidak ada di manifes, sehingga penyegelan dilakukan oleh Bea Cukai karena itu regulasinya Bea Cukai," ujar Adhi saat dihubungi, Minggu (24/7/2022).

"Jadi sebenarnya di klarifikasi, bukanlah senjata impor, itu adalah alat pendukung latihan bersama antara TNI AD dan Garuda Shield yang dilakukan setiap tahun secara rutin. Nah cuma ada dari sebagian alat tersebut ternyata tidak tercantum dalam manifes, otomatis dilakukan prosedur manifes ulang oleh Bea Cukai," katanya.

Ia mengatakan saat ini senjata tersebut sedang dalam proses manifes ulang dan diproses di Bea Cukai karena tidak terdaftar.

"Ada dari sebagian alat tersebut ternyata tidak tercantum dalam manifes, otomatis dilakukan prosedur manifes ulang," kata Adhi.

Namun ia mengaku tidak mengetahui berapa lama prosedur manifes ulang karena hal itu kewenangan Bea Cukai. Ia juga tidak mengetahui berapa banyak senjata yang belum terdaftar dalam manifes kapal karena senjata tersebut telah disegel Bea Cukai.

Sebelumnya, satu kontainer berisikan senjata ditemukan oleh Bea Cukai di Pelabuhan Panjang, Lampung. Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) Lampung mengatakan satu kontainer berisikan senjata itu untuk kegiatan latihan bersama Garuda Shield di Pusat Pelatihan Tempur (Puslatpur).

"Senjata-senjata itu akan digunakan untuk latihan dalam kegiatan Garuda Shield sehingga dilakukan pendataan dan pencocokan sebelum dibawa ke Puslatpur," kata Kepala Penerangan Korem 043/Gatam Mayor Cpm Eva Y. Kamal seperti dikutip dari Antara News, Minggu (24/7).

Eva menjelaskan, senjata-senjata di dalam Tricon Container US Army tersebut telah diketahui oleh pihak-pihak terkait bahwa hal tersebut akan dipergunakan dalam latihan Garuda Shield.


Kontainer Senjata Disegel

Sementara itu, Manajer HSSE Pelindo Regional II Panjang, Adhi Nugroho, mengatakan barang-barang yang tidak terdaftar di manifes tersebut masih disegel. Senjata itu belum bisa dibawa ke tempat pelatihan.

"Dalam rangka proses pengecekan, setelah dilakukan pengecekan baru bisa dikirim ke tempat pelatihan, dalam proses pengecekan ini barang-barang yang tidak ada di manifes ini disegel," ujar Adhi saat dihubungi detikcom.

Lihat juga Video: Detik-detik Roket Rusia Hancurkan Gudang Senjata Ukraina

[Gambas:Video 20detik]



(yld/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT