ADVERTISEMENT

IPW Minta Polresta Bogor Usut Kasus Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi

M Sholihin - detikNews
Minggu, 24 Jul 2022 13:35 WIB
Poster
Ilustrasi Penganiayaan (Edi Wahyono/detikcom)
Kota Bogor -

Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polresta Bogor segera mengusut kasus pemukulan warga bernama Deky Y Wermasubun oleh salah seorang diduga oknum polisi. Disebut IPW, kasus itu telah mandek selama dua tahun.

Menurut Ketua IPW Sugeng Tegus Santoso, polisi lebih mendahulukan laporan dari istri dari oknum polisi tersebut. Hal tersebut yang disayangkan oleh IPW.

"Dugaan ketidakprofesionalan dan diskriminasi penanganan perkara oleh Kapolresta Bogor itu diadukan oleh seorang warga kota Bogor Deky Y Wermasubun kepada IPW. Dimana Deky merupakan korban penganiayaan dari Rando yang merupakan anggota Polri pada Oktober 2020, tidak diproses hampir selama dua tahun. Tapi, laporan yang dibuat oleh istri Rando, Retno diproses lagi setelah diperbaruinya sprindiknya," tulis Sugeng dalam rilis resmi IPW yang diterima detikcom, Minggu (24/7/2022).

Dalam rilis resmi IPW, Deky disebut dianiaya oleh pelaku pada Oktober 2020. Deky kemudian melapor dengan laporan polisi bernomor: LP/535/X/2020/POLRESTA BOGOR KOTA, tertanggal 1 Oktober 2020. Sementara istri dari D alias R melaporkan Ray, keponakan Deky dengan sangkaan UU ITE melalui laporan polisi bernomor: LP/150/III/2020/JBR/RESTA BGR TA.

"IPW melihat dengan penanganan perkara ITE itu ada keberpihakan Polresta Bogor Kota. Indikasi kejanggalan tersebut terlihat yakni pertama adalah Kasatreskrim mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan baru, padahal sebelumnya Perkara : LP/150/III/2020/JBR/RESTA BGR TA pernah dikeluarkan Surat Perintah Penyidikan," kata Sugeng dalam keterangannya.

Menurut Sugeng, penyidik telah memanggil saksi-saksi dari perkara yang dilaporkan oleh Retno. Sedangkan laporkan dari Deky, tidak ada informasi yang diberikan kepada pelapor.

Sugeng menyebut perkara yang dilaporkan oleh Retno merupakan perkara kasus UU ITE. Tapi Sugeng merasa heran karena penanganan dilakukan oleh Unit Jatanras, bukan Unit Kriminal Khusus (Krimsus).

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menanggapi hal itu. Menurutnya, penanganan kedua kasus tersebut masih berlanjut sampai saat ini. Namun Susatyo tidak merinci alasan penanganan yang memakan waktu cukup lama.

"Soal itu (rilis IPW) kita sudah monitor, tetapi intinya kita masih tangani kasus itu. Sudah sempat digelar juga. Soal (kasus) itu sedang ditangani, nggak ada diskriminasi, semua ditangani. Tentunya kita juga merespon IPW ya, semua akan kita tindaklanjuti," kata Susatyo menanggapi rilis resmi IPW, Minggu (24/7/2022).

Simak Video: Polisi Ungkap Peran 4 Tersangka Penganiayaan Napi Anak di Lampung

[Gambas:Video 20detik]




(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT