Menteri ESDM: Data Korban Lumpur Harus Akurat
Senin, 19 Jun 2006 20:28 WIB
Sidoarjo - Meluasnya bencana lumpur panas di Kecamatan Porong, Kab Sidoarjo harus diatasi dengan sistem tanggap darurat. Namun tanggap darurat dapat teralisasi jika didukung dengan akurasi data terhadap semua yang ditimbulkan akibat bencana itu.Demikian ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro pada rapat koordinasi penyelesaian bencana lumpur gas Porong Sidoarjo, di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (19/6/2006). Menurutnya, keakurasian data merupakan langkah cepat yang harus dilakukan guna memberikan pertolongan utama serta menyelamatkan masyarakat sekitar dari berbagai krisis kemungkinan akan terjadi. Akurasi data dapat dijadikan sebagai acuan dan bahan bagi pimpinan Lapindo Brantas Inc untuk memberikan santunan dan bantuan lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat."Saya minta, data ini segera tertata dengan baik pada hari ini, karena dengan santunan yang akan diberikan dalam rangka tanggap darurat dapat diberikan secarajelas siapa penerima dan besaran yang sesuai," ujarnya. Dikatakannya, besaran santunan yang akan diberikan kepada korban harus sesuai dengan ketentuan atau patokan yang ada, yaitu ketentuan dari Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB) Pusat. "Patokan harus dipegang dengan baik karena hal ini adalah patokan minimal. Bahkan, patokan tersebut bisa berkembang sesuai kemampuan dari pimpinan Lapindo," tegasnya. Patokannya adalah setiap orang akan mendapatkan Rp 3.000/hari ditambah 10 kg beras/bulan/orang atau jika dikumulatifkan dalam satu bulan sebesar Rp 100.000/orang/bulan ditambah dengan 10 kg beras.
(ahm/)











































