ADVERTISEMENT

Anwar Abbas: Revolusi Akhlak HRS Sejalan dengan Maksud Jokowi

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 22 Jul 2022 13:22 WIB
Waketum MUI Anwar Abbas
Foto Waketum MUI Anwar Abbas: mui.or.id
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), Anwar Abbas, menilai revolusi akhlak yang digaungkan Habib Rizieq Shihab (HRS) sejalan dengan program Presiden Jokowi. Begini penjelasan Anwar Abbas.

Anwar Abbas awalnya menuturkan Presiden Jokowi dalam periode kepemimpinannya tahun 2014- 2019 mengusung sebuah program yang disebut dengan revolusi mental. Tahun 2017 presiden Jokowi menyampaikan harapannya kepada para guru yang ada di seluruh tanah air agar bisa membentuk generasi muda yang berkarakter.

Kemudian di tahun 2021 Jokowi meluncurkan sebuah core values 'BerAkhlak' bagi para ASN. Program Jokowi ini dinilai Anwar sama dengan keinginan HRS yang menggaungkan 'revolusi akhlak'.

"Meskipun kata BerAkhlak itu merupakan singkatan dari berorientasi pelayanan, Akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif tetapi dengan membuat singkatan BerAkhlak disitu juga terkandung maksud agar para ASN tersebut selain memiliki sifat-sifat terpuji, dimaksud mereka juga diharapkan akan menjadi insan- insan ASN yang memiliki akhlak dan budi pekerti mulia," kata Anwar Abbas dalam keterangan persnya yang diterima, Jumat (22/7/2022).

"Karena tanpa itu maka negeri dan bangsa ini tentu akan menjadi negeri dan bangsa yang rusak dan berantakan," imbuhnya.

Menurut Anwar, Jokowi dan Habib Rizieq sama-sama tidak menginginkan kalau Indonesia rusak dan berantakan karena tidak profesionalnya pejabat negara. Karena itu, Habib Rizieq menggaungkan revolusi akhlak.

"Hal demikian tentu saja tidak kita inginkan. Dan hal itu pulalah saya rasa yang hendak disampaikan oleh Habib Rizieq Shihab melalui revolusi akhlak yang digaungkannya. Apalagi mengingat praktek korupsi, kolusi dan nepotisme di negeri ini saat ini sudah merebak luar biasa, dimana menurut Mahfud MD, korupsi di masa orde baru hanya ada di lembaga eksekutif tapi di masa reformasi korupsi yang merupakan perbuatan tercela dan telah merusak bangsa tersebut sudah merebak ke lembaga legislatif dan yudikatif," tuturnya.

Anwar mengatakan jika hal itu terjadi maka itu pertanda bagi kita. Tanda bahwa negara dan bangsa ini sudah dalam keadaan bahaya atau tidak dalam keadaan baik-baik saja.

"Untuk itu adanya gagasan dari HRS tentang perlunya kita sebagai bangsa melakukan revolusi akhlak tentu tidak menjadi masalah, dan tidak ada di situ sesuatu yang harus ditakutkan," katanya.

Dia menilai gagasan Habib Rizieq seharusnya didukung. Sebab, revolusi akhlak itu sejalan dengan maksud Presiden Jokowi.

"Malah hal demikian harus kita dukung apalagi gagasan yang disampaikan HRS tersebut sangat sesuai dan sejalan dengan yang diinginkan dan dimaksudkan oleh Presiden Jokowi, karena secara teoritis dan praktis jika kita masih punya keinginan untuk menjadikan bangsa dan negara ini menjadi bangsa dan negara yang maju," ucapnya.

"Bahkan tidak hanya sekedar maju, tapi juga adil, dimana rakyatnya hidup dengan aman, tentram, damai, sejahtera, dan bahagia, maka tidak dapat tidak seluruh para pemimpin, para ASN dan rakyat luas di negeri ini harus bisa melakukan revolusi mental dan atau revolusi akhlak agar setiap kita sebagai warga bangsa sama-sama memiliki karakter yang baik dan luhur yang menjunjung tinggi bagi terciptanya al akhlakul karimah bagi tegaknya Indonesia yang hebat, bermaru'ah dan bermartabat," pungkasnya.

Simak Video 'Lepas dari Tahanan, Habib Rizieq Kembali Gaungkan Revolusi Akhlak':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT