ADVERTISEMENT

Slamet Ma'arif Jelaskan Maksud Habib Rizieq Bicara 'Negeri Darurat Kebohongan'

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 19:03 WIB
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif (Sachril Agustin/detikcom)
Slamet Ma'arif (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Majelis Syuro PA 212 Slamet Ma'arif angkat bicara terkait pernyataan Habib Rizieq Shihab yang berbicara tentang kondisi negara yang dipenuhi darurat kebohongan dan darurat kezaliman. Slamet menilai pernyataan Habib Rizieq itu tidak ditujukan terhadap individu tertentu, tetapi kepada pihak yang sering berbohong.

"Pernyataan HRS tersebut ditujukan kepada siapa pun anak bangsa Indonesia yang suka berbicara tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan yang sebenarnya. Tidak ditujukan kepada spesifik individu siapa pun itu," kata Slamet saat dihubungi, Kamis (21/7/2022).

"Kan kita sering lihat dan dengar, baik di medsos maupun dunia nyata, dari anak-anak hingga tua, dari rakyat, bisa pejabat, banyak yang melakukan kebohongan publik," ungkapnya.

Meski begitu, ia meminta semua pihak tidak tersinggung jika bukan pembohong. Sebab, menurutnya, jika tidak memiliki kebiasaan berbohong, akan merasa tenang.

"Jadi nggak usah tersinggung kalau memang bukan tukang bohong," ucapnya.

"Kalau kita nggak punya budaya bohong, ya terasa adem dan sejuk di kulit kita. Tapi kalau kita ada luka (suka bohong), ya pasti terasa sakit, bahkan kalau sakit betul, itu borokan namanya (bohong jadi budaya). Jadi sekarang kita bisa melihat mana yang sehat dan mana yang sakit (bohong)," tuturnya.

Sebelumnya, pernyataan terkait negara darurat kebohongan itu disampaikan Habib Rizieq saat memberikan keterangan setelah bebas bersyarat.

Mulanya, Habib Rizieq bicara soal revolusi akhlak. Habib Rizieq menggaungkan revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak.

"Sebagaimana yang telah saya sampaikan setiba di Tanah Air sewaktu saya pulang dari kota suci Mekah, yaitu ayo kita gaungkan kembali terus, yaitu revolusi akhlak, revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak," kata Rizieq dalam konferensi pers di Petamburan, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Rizieq kemudian menyinggung kondisi negara yang mengalami kerusakan. Rizieq menilai darurat kebohongan sudah membudaya.

"Bagaimana kita punya negeri di mana-mana ada kerusakan, di mana-mana ada kemungkaran, Saudara, maka kebohongan sudah membudaya dan negeri kita lagi darurat kebohongan," jelasnya.

"Karena itu, yang saya ingin sampaikan di sini, Saudara, apa itu darurat kebohongan, apa itu darurat korupsi, apa itu darurat kezaliman, apa itu darurat utang, apa itu darurat ekonomi dan lain sebagainya, maka kuncinya, yuk sama sama-sama kita obati semua itu dengan revolusi akhlak," sambung Rizieq.

Simak juga video 'Klaim Habib Rizieq Jadi Tahanan Kota Ditepis Kemenkum HAM':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT