Warga Lereng Merapi Mulai Jual Ternak
Senin, 19 Jun 2006 15:19 WIB
Klaten - Akibat krisis air, pakan ternak dan tuntutan kebutuhan hidup selama mengungsi, sejumlah warga di lereng Gunung Merapi mulai menjual ternak mereka. Padahal, ternak bagi warga lereng Merapi termasuk harta andalan yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.Keputusan menjual ternak ini mulai marak belakangan ini, terutama setelah hujan abu terus mengguyur pemukiman warga. Penduduk di lereng Merapi kesulitan mencarikan bahan makanan buat ternak mereka.Informasi detikcom dari sejumlah warga Desa Sidorejo, Klaten, Senin (19/6/2006), keinginan warga untuk menjual ternaknya semakin banyak setelah warga juga mengalami kesulitan air bersih.Maklum saja, di sejumlah daerah yang memelihara sapi perah, kebutuhan air sangat besar. Air minum untuk sapi perah ini harus terisi terus agar susu perahan tetap banyak. Penjualan ternak itu dilakukan pada hari-hari tertentu, sesuai hari buka beberapa pasar hewan di beberapa lokasi Klaten. Misalnya Pasar Hewan di Kecamatan Jatinom hanya buka pada hari pasaran Legi, di Boyolali Kota pada hari pasaran Pahing dan di Prambanan pada hari pasaran Legi dan Pon. "Sudah puluhan sapi yang dijual. Pemiliknya melakukan hal itu karena kesulitan mencari pakan berupa rumput segar dan sudah kehabisan uang untuk membeli jerami atau pohon jagung," ujar Jamin, warga desa Sidorejo.
(jon/)











































