Anggota DPR Bersyukur 2 Jenderal Dinonaktifkan di Kasus Brigadir J

ADVERTISEMENT

Anggota DPR Bersyukur 2 Jenderal Dinonaktifkan di Kasus Brigadir J

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 14:22 WIB
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Karo Paminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan, dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto dalam kasus tewasnya Brigadir J atau Yoshua Hutabarat. Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan mengaku bersyukur atas langkah Kapolri.

"Ya sekarang ini kan itu kelihatannya tim khusus sudah bekerja, kemudian apa yang kita usulkan selama ini di awal usulan saya tiga. Satu, dibuat tim khusus, kedua Pak Sambo di-nonjob-kan, ketiga berkas ditarik ke Mabes (Polri). Alhamdulillah, puji Tuhan, tiga-tiganya dilaksanakan, ya kita tunggu hasil kerjanya," ujar Trimedya di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2022).

Trimedya turut merespons pernyataan Polri soal CCTV yang ditemukan. "Memang hasil dari CCTV itu nggak bisa kita tanyakan, yang penting itu sudah menjadi barang bukti bagi tim," katanya.

Politikus PDIP itu mengatakan penonaktifan Kapolres Metro Jakarta Selatan menandakan Kapolri melihat ada hal yang harus diluruskan. Dia juga berharap, sebelum Hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus, kasus tewasnya Brigadir J dapat terang benderang.

Sementara itu, terkait rencana autopsi ulang jenazah Brigadir J, dia berharap dapat segera terlaksana.

"Kita surprise bahwa keluarga minta (jenazah) diautopsi, saya tadi khawatir keluarga setuju diautopsi ulang, karena itu kan belek mayat. Bahkan keluarganya minta dan polisi setuju ya untuk kepentingan penegakan hukum dilakukan autopsi ulang," katanya.

Trimedya juga meminta polisi segera melakukan olah TKP secara terbuka.

"Olah TKP harus dilakukan. Saya kan sejak awal bicara, katanya tembak-tembakan, nggak tahu tuh bagaimana tembak-tembakannya seperti apa. Biasanya kan polisi memberikan akses juga kepada wartawan, bukan isinya. Misalnya satu apa, dua apa. Ini kan nggak ada," kata Trimedya.

"Kan sejak awal termasuk Karo Penmas konferensi pers tidak ada barang bukti, Kapolres konferensi pers nggak ada barang bukti. Nah, itu kan semua ada kejanggalan, nah kejanggalan-kejanggalan seperti ini pelan-pelan mulai dibuka oleh tim khusus ini," imbuh Trimedya.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Karo Paminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan. Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Sigit juga menonaktifkan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto.

"Menonaktifkan Karo Paminal, kedua dinonaktifkan adalah Kapolres Jaksel Kombes Pol Budhi Herdi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di kantornya, Rabu (20/7).

Dia mengatakan penonaktifan Karo Paminal Divpropam dan Kapolres Metro Jaksel sebagai langkah menjaga independensi. Dia mengatakan pengganti Kapolres Metro Jaksel akan ditunjuk oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil.

Dia juga mengatakan tim khusus yang dibentuk Kapolri terus bekerja. Hari ini juga tim khusus menerima tim kuasa hukum dari keluarga Brigadir Yoshua.

"Dalam rangka menjaga objektivitas, transparansi, independensi, tim harus betul-betul menjaga marwah, itu seperti komitmen Bapak Kapolri," ujarnya.

(ain/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT