ADVERTISEMENT

Keluarga-Ajudan Lili Nikmati Fasilitas Tiket MotoGP & Hotel Total Rp 94 Juta

Tim detikX - detikNews
Rabu, 20 Jul 2022 15:25 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat menerima rombongan finalis Puteri Indonesia di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2022).
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Lili Pintauli Siregar, saat menjabat wakil ketua KPK, diduga kuat menerima gratifikasi tiket MotoGP Mandalika dan fasilitas hotel mewah. Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menegaskan gratifikasi tersebut tidak hanya dinikmati oleh Lili sendiri, tapi juga keluarga dan para ajudannya.

Daftar sebelas orang yang bersama Lili ialah suaminya, dua anak Lili, satu teman anak Lili, dua ajudan, tiga pengawal, dan satu pegawai kejaksaan.

"Kami klarifikasi dan lakukan pemeriksaan, lalu kami sepakat, dia (Lili) melakukan pelanggaran etik berat," jelas Tumpak kepada reporter detikX.

Rombongan Lili, kata anggota Dewas KPK Albertina Ho, selain mendapat tiket gratis, memperoleh paket menginap di Hotel Amber Lombok Beach selama enam hari untuk empat kamar. Hotel tersebut hanya berjarak sekitar 750 meter dari Sirkuit Mandalika. Adapun keseluruhan nilai fasilitas tersebut ditaksir Rp 94 juta.

Albertina juga mengatakan proses penyelidikan pelanggaran etik atas penerimaan fasilitas gratis nonton MotoGP Mandalika masih berlanjut. Ini akan mendalami keterkaitan dua ajudan Lili yang ikut bersamanya nonton MotoGP dan menerima fasilitas menginap di hotel mewah. Sebab, kedua orang tersebut saat ini berstatus pegawai KPK aktif.

Sedangkan terkait kasus Lili, meski sanksi etiknya gugur karena dia sudah mengundurkan diri dari KPK, Dewas KPK terbuka bagi penegak hukum untuk menelusuri unsur pidananya. Dewas KPK siap menyerahkan hasil pengumpulan dan pengujian bukti kepada penegak hukum.

Di sisi lain, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku akan melaporkan dugaan pelanggaran etik Lili ini ke ranah pidana. Pelaporan ini kemungkinan besar bakal menyeret nama-nama selain Lili.

"Kami akan laporkan ke tiga institusi sekaligus: KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan," kata Boyamin.

Tim detikX telah melakukan kontak dengan Humas KPK dan berkirim surat pengajuan permohonan wawancara dengan Ketua KPK Firli Bahuri sejak 13 Juli. Termasuk mencoba mengkonfirmasi dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri pada 15 Juli melalui belasan kali telepon dan empat kali pesan WhatsApp. Namun, sampai tenggat naskah ini, belum ada satu pun tanggapan dari yang bersangkutan.

Guna memperoleh konfirmasi atas seluruh tuduhan, pada Rabu, 13 Juli, tim detikX juga telah mendatangi kediaman Lili yang beralamat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Sayangnya, kediaman Lili saat itu tampak lengang tidak berpenghuni. Menurut penjaga keamanan setempat, Lili memang sudah jarang terlihat di kompleks tersebut. Terutama sejak pengunduran dirinya dari KPK pada 11 Juli lalu. Tim kami juga mendatangi kediaman keluarga Lili di Medan tapi tak menjumpainya.

Baca laporan mendalam selengkapnya:

Langkah Seribu Bunda Lili

Tiket Balapan Lili Seret Jaksa dan Polisi

Simak Video 'ICW Beri Balsem Anti 'Masuk Angin' ke Dewas KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(Tim detikX/dqy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT