ADVERTISEMENT

Di Balik Antiklimaks Sidang Etik Lili Pintauli

Tim detikX - detikNews
Rabu, 20 Jul 2022 13:36 WIB
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar (tengah) memberi keterangan pers di Gedung Merah Putih, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2020) terkait penetapan tersangka korupsi pengadaan satelit di Badan Informasi dan Geospasial (BIG). KPK menetapkan Kepala BIG periode 2014-2016, Priyadi Kardono dan Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) periode 2013-2015, Muchamad Muchlis sebagai tersangka korupsi. Nilai kerugian negara dari dugaan praktik tersebut ditaksir mencapai Rp 179,1 miliar.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Lili Pintauli Siregar mengundurkan diri sebagai wakil ketua KPK, saat sidang etik akan menjatuhkan sanksi kepadanya. Barang bukti dan keterangan, terkait dugaan Lili menerima gratifikasi tiket MotoGP dan fasilitas hotel mewah, sudah didapatkan Dewas KPK.

"Bahan kami kumpulkan, kami cek, ternyata benar dia pergi ke sana. Lalu kami tanya ke beberapa pihak, ternyata benar Ibu Lili mendapat fasilitas tersebut dari Pertamina," kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean kepada reporter detikX.

Tumpak menjelaskan Lili Pintauli setidaknya telah melakukan tiga pelanggaran. Pertama, dengan permintaan fasilitas tersebut, Lili Pintauli telah berhubungan dengan pihak yang sedang beperkara di KPK. Sebelumnya, KPK memang sedang melakukan pengusutan terkait dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas atau LNG di Pertamina.

Kedua, Lili dianggap menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi, yaitu memerintahkan ajudannya yang juga pegawai KPK meminta fasilitas kepada Pertamina. Ketiga, Lili tidak menolak ataupun melaporkan gratifikasi yang ia dapatkan.

"Setidak-tidaknya ada tiga itu. Menurut kami, bukti-buktinya sudah layak dibawa ke persidangan," ucapnya.

Sayangnya, saat sidang akan dimulai pada 5 Juli, Dewas memperoleh kabar Lili berhalangan hadir karena ditugaskan ke Bali untuk menghadiri forum G20. Dewas KPK mengaku terkejut karena tidak tahu. Lili diduga kuat berangkat ke Bali pada Senin, 4 Juli, dan akan ditugaskan hingga 8 Juli.

Karena itu, Dewas KPK terpaksa memundurkan jadwal sidang menjadi 11 Juli. Namun, lagi-lagi, pada hari persidangan tersebut, Dewas KPK mendapat kejutan. Lili datang hari itu, tetapi sambil membawa dan membacakan surat keputusan presiden (keppres) Presiden Jokowi, yang telah menyetujui pengunduran dirinya dari KPK. Rupanya Lili mengajukan pengunduran diri kepada Presiden sejak 30 Juni.

"Akhirnya kami terpaksa menggugurkan sidang itu karena hanya insan KPK yang dapat dikenai sidang etik. Untuk ajudannya yang terlibat, karena masih insan KPK, kami akan tindak lanjuti," papar Tumpak.

Tim detikX telah melakukan kontak dengan Humas KPK dan berkirim surat pengajuan permohonan wawancara dengan Ketua KPK Firli Bahuri sejak 13 Juli. Termasuk mencoba mengkonfirmasi dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri pada 15 Juli melalui belasan kali telepon dan empat kali pesan WhatsApp. Namun, sampai tenggat naskah ini, belum ada satu pun tanggapan dari yang bersangkutan.

Guna memperoleh konfirmasi atas seluruh tuduhan, pada Rabu, 13 Juli, tim detikX juga telah mendatangi kediaman Lili yang beralamat di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Sayangnya, kediaman Lili saat itu tampak lengang tidak berpenghuni. Menurut penjaga keamanan setempat, Lili memang sudah jarang terlihat di kompleks tersebut. Terutama sejak pengunduran dirinya dari KPK pada 11 Juli lalu. Tim kami juga mendatangi kediaman keluarga Lili di Medan tapi tak menjumpainya.

Baca laporan mendalam selengkapnya:

Langkah Seribu Bunda Lili

Tiket Balapan Lili Seret Jaksa dan Polisi

Simak Video 'ICW Beri Balsem Anti 'Masuk Angin' ke Dewas KPK':

[Gambas:Video 20detik]




(Tim detikX/dqy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT