ADVERTISEMENT

Wagub DKI Sebut BKPM Bakal Sidak ke Outlet Holywings, Cek Izin Usaha

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 20 Jul 2022 10:29 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Dok istimewa)
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya bakal berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait izin usaha Holywings. Rencananya, BKPM bakal melakukan sidak di outlet Holywings.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, BKPM akan sidak. Kita akan koordinasikan dengan BKPM," kata Riza kepada wartawan, Rabu (20/7/2022).

Riza menuturkan saat ini permohonan pendirian usaha sudah melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikelola oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BKPM. Melalui sistem ini, seluruh data perizinan akan terintegrasi sehingga tidak terjadi tumpang tindih.

"Sekarang izin sesuai UU cipta kerja ada program OSS itu menjadi kewenangan dari BKPM," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia buka suara soal masalah izin usaha outlet Holywings. Terkait hal ini, Kementerian Investasi berencana melakukan koordinasi dengan pemda DKI.

"Menyangkut dengan persoalan izin, hari ini saya baru belanja masalah. Saya akan melakukan koordinasi teknis, rapat lagi dengan pemda DKI untuk mencari apa solusi terbaiknya," ujar Bahlil kepada wartawan di Holywings Gunawarman, Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2022).

"Saya cuma sebagai kewajiban karena izin itu adalah dari OSS (One Single Submission)," sambungnya

Menurut Bahlil, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah menyampaikan itu lewat OSS, dan penanggung jawab OSS adalah Kementerian Investasi.

"Dan Kementerian Investasi itu pimpinannya adalah saya, jadi ini sebagai bentuk dari kami urus itu," jelasnya.

Bahlil menambahkan penutupan Holywings bukan hanya persoalan satu sisi menutup bisnis saja. Namun ada hal lain yang perlu dipikirkan, terutama terkait masalah lapangan pekerjaan.

Di luar itu, Bahlil menyebut ada sektor UMKM yang harus dipikirkan. Tetapi, baik pihak pemda DKI, Kementerian Investasi, maupun Holywings, semua bersepakat aturan harus ditegakkan.

Holywings belum mau banyak berkomentar soal kemungkinan pembukaan outlet. Salah satu pemegang saham Holywings, Hotman Paris Hutapea, menyebut pihaknya masih menunggu hasil koordinasi Kementerian Investasi dan Pemprov DKI.

"Kita masih tunggu, tadi sudah disebutkan akan ada koordinasi antara BKPM dan Pemprov DKI. Kita tunggu saja," tutur Hotman.

Sebagai informasi, Holywings ditutup karena dianggap tidak memenuhi beberapa perizinan. Akibat penutupan ini, sekitar 3.000 karyawan terkena dampaknya, termasuk sektor UMKM.

(taa/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT