ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Pilu Gadis Jakarta Dinikahi Pria Kanada: KDRT, Body Shaming, Ditelantarkan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jul 2022 09:28 WIB
Alvon Kurnia Palma
Alvon Kurnia Palma (dok.detikcom)
Jakarta -

Membangun rumah tangga bertujuan membuat keluarga sakinah. Namun badai bahtera selalu ada. Dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga body shaming. Apa yang harus dilakukan?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Saya ingin bertanya. Pernikahan kami berdua adalah pernikahan campuran. Suami berkebangsaan Kanada, yang mana beliau adalah mualaf. Namun, sayangnya sejak setelah pernikahan beliau sekali pun tidak pernah menjalankan ajaran islam bahkan suka terganggu setiap kali mendengar suara adzan.

Suami suka bicara pedas, dan body shaming terhadap istri. Baik saat berdua atau pun di depan orang lain, alih-alih bercanda.

Sejak menikah, saya hanya diberi makan bukan nafkah seutuhnya di mana untuk makan dan belanja pribadi istri. Padahal gaji suami saya lebih dari cukup untuk memanjakan istrinya. Tapi bagi suami saya uang beliau hanyalah hak beliau bahkan properti rumah yang dibeli beliau saya tidak diberi hak sedikitpun hanya untuk tinggal saja.

Lambat laun saya merasa suami saya menikahi saya hanya karena ada tujuan tertentu bukan karena cinta.

Sebagai istri saya tidak pernah diperlakukan sebagai layaknya seorang istri. Saya selalu diatur, dari hal kecil hingga cara berpakaian pun saya harus terlihat seksi di mata orang (khususnya pria lain). Sebagai seorang muslim saya risih, pertengkaran demi pertengkaran sering terjadi.

Hingga satu hari suami saya meminta saya kembali kerja hanya alasan beliau capek. Di depan ART suami saya menyuruh saya bekerja dengan menendangkan kakinya ke punggung saya yang sedang bermain dengan anak kami.

Bisa anda bayangkan saya tidak pernah mendapat respect sama sekali. Berkali kali suami bikin ulah di komplek dan tak jarang saya ditegur orang komplek.

Suami suka mengkoleksi minuman keras di kulkas di mana anak-anak menyimpan makanan mereka di tempat yang sama. Bahkan pernah menyuruh anak sulung kami mengambilkan Whiskeynya. Saya lelah.

Akhirnya saya memutuskan untuk merantau keluar negri. Tidak cukup di sini, suami tidak bekerja dan setiap bulan saya harus menghidupi anak dan suami. Tidak jarang juga di tengah percakapan kami di WhatsApp selalu terjadi pertikaian, dan berkali-kali suami menalak saya. Entah berapa kali saking seringnya.

Hingga tiba saatnya Allah mempertemukan saya dengan seorang pria muslim yang agamis. Kami berteman, beliau selalu menjadi guru dan pendengar yang baik. Akhirnya saya mendapat hidayah dan saya memutuskan untuk berhijab dan kembali ke jalan Allah. Sejak itu saya merasa tenang.

Menurut agama Islam, pernikahan kami sudahlah tidak sah sejak suami kembali murtad namun dalam hukum saya tidak tau.

Saya menikah siri dengan pria agamis tersebut dan memiliki seorang anak, sedangkan status dalam hukum negara saya masih istri sah suami saya. Saat ini anak-anak hidup bersama saya dan suami sah saya tidak menafkahi saya dan anak-anak kami.

Selama ini kami hidup dari nafkah suami baru saya yang di mana tidak tinggal bersama kami. Dan saya beserta anak-anak hampir 3 tahun ini tinggal di rumah ibu saya karena kami tidak diizinkan suami tinggal di rumah beliau meski beliau tinggal di Amerika.

Dan suami sah saya tidak mau menceraikan saya, kalaupun saya kekeh menggugat beliau. Beliau mengancam akan membawa kabur anak-anak.

Pertanyaan:

1. Apakah suami bisa tetap menuntut saya?
2. Dan jika saya menggugat suami saya apakah saya akan kehilangan hak asuk anak saya dari hasil pernikahan sah saya dengan suami saya?
3. Apakah saya masih bisa menuntut hak gono-gini guna masa depqn anak saya?
4. Apa yang harus saya lakukan?

Mohon maaf atas cerita panjang saya.

Mohon pencerahannya.

Saya sampaikan banyak terima kasih.

NLA
Jakarta

Apa solusi atas kasus di atas? Baca halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Ricky Martin Jadi Buronan Polisi Puerto Rico

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT