Polisi Ungkap Modus Mafia Tanah: Palsukan Dokumen-Retas Akun Pejabat BPN

ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Modus Mafia Tanah: Palsukan Dokumen-Retas Akun Pejabat BPN

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 18 Jul 2022 13:31 WIB
Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam rilis mafia tanah di Polda Metro (Yogi/detikcom)
Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam rilis mafia tanah di Polda Metro. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkap sejumlah modus yang dilakukan mafia tanah. Dia mengatakan praktik mafia tanah ini perlu diberantas karena merugikan masyarakat.

"Ada beberapa modus operandi secara umum, antara lain pemalsuan, memasuki pekarangan rumah tanpa hak dan/atau mengambil manfaat milik orang lain/korban," kata Irjen Fadil dalam jumpa pers di kantornya, Senin (18/7/2022).

Dia mengatakan, berdasarkan arahan Kapolri, jajaran Polda Metro Jaya akan mendukung program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberantas sindikat mafia tanah. Dia mengatakan Polda Metro Jaya fokus dalam mengusut penyalahgunaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Fadil Imran mengungkap modus operandi lain yang dilakukan sindikat mafia tanah, yakni memalsukan akun pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Ada beberapa modus operandi, misalnya melakukan penyalahgunaan akun BPN RI pada sistem aplikasi KKP (Komputerisasi Kegiatan Pertanahan). Bahkan ada mantan pejabat BPN yang akunnya dipalsukan, ini mungkin menjadi bahan ke depan agar ini tidak terjadi," ucapnya.

Fadil mengatakan kasus ini diungkap bermula dari banyaknya konflik agraria yang tidak terselesaikan. Selain itu, praktik mafia tanah sudah meresahkan.

"Serta banyak dari hal-hal lain, seperti minimnya tanah bersertifikat sesuai data BPN tahun 2016 hanya 40% dari 126 juta bidang tanah yang telah terdaftar," ucapnya.

"Keempat, minimnya daya beli dan tingkat kredit rakyat akibat permasalahan agraria yang tak kunjung selesai," tambah dia.

Dia mengatakan Polda Metro Jaya akan terus berkoordinasi dengan jajaran Kementerian ATR/BPN dalam memberantas mafia tanah. Dia mengatakan pemberantasan mafia tanah ini untuk mendukung program Presiden Jokowi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta memberikan titik terang bagi masyarakat yang menjadi korban.

"Namanya organize crime tentu ada oknum dan ada penjahatnya. Kolaborasi antara oknum dan penjahatnya, mudah-mudahan dapat kita tuntaskan," kata dia.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: 4 Pejabat BPN Ditangkap Terkait Mafia Tanah, Kementerian ATR/BPN Angkat Bicara

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT