ADVERTISEMENT

Beragam Curhatan Penumpang di Senen soal Booster Jadi Syarat Naik Kereta

Dwi Rahmawati - detikNews
Minggu, 17 Jul 2022 23:38 WIB
Penumpang antre untuk tes antigen di Stasiun Pasar Senen.
Foto: Penumpang antre untuk tes antigen di Stasiun Pasar Senen (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Syarat wajib vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster dalam aturan perjalanan mulai berlaku hari ini. Penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang belum vaksinasi booster diminta untuk tes antigen. Berikut curahatan pengguna soal aturan tersebut?

"Ada nyeselnya (bayar antigen) kurang praktis. Apalagi kalau waktunya mendadak saya lebih senang yang langsung," papar Dea Novitasari (23) saat ditemui detikcom di Stasiun Pasar Senen, Minggu (17/7/2022).

Dea mengatakan dirinya harus melakukan antigen di Stasiun Senen lantaran belum vaksin booster. Ia berencana menaiki kereta untuk pergi ke Kediri, Jawa Timur.

"Disini belum lihat gerai vaksin. Pokoknya kalau sudah vaksin kedua, belum booster langsung ke ruang tunggu tes antigen. Di sini belum ada tempat boosternya," sambung Dea.

Penyesalan yang sama juga dirasakan Entin (42) penumpang tujuan Purwokerto, Jawa tengah. Entin menyebut belum sempat vaksinasi booster karena kondisi badannya yang kurang fit.

"Agak-agak nyesel sih (bayar), karena kemarin-kemarin saya kondisi sakit jadi memang saya nggak vaksin. Baru ngerasain setelah naik kereta ini, karena kemarin naik mobil jadi aman," papar Entin usai menjalani tes antigen.

Meski booster sudah menjadi syarat wajib untuk masuk ke fasilitas publik, Entin mengaku belum siap vaksinasi booster.

"Lihat situasi, karena saya sendiri juga kondisi sakit," sambungnya.

Warga lain, Dedy Sinaga (23) menerima keputusan pemerintah. Ia tak keberatan jika vaksin booster menjadi syarat wajib untuk masuk ke area publik.

"Karena sudah dibuat peraturan jadi kita untuk perjalanan harus ikuti, kebetulan saya belum booster harus ikutin antigen. Kalau keberatan nggak, karena untuk kelancaran dan kesehatan bersama," ujar Dedy.

Meski demikian, Dedy mengeluhkan gerai vaksinasi booster yang kurang. Menurutnya hal itu menjadi salah satu permasalahan.

"Yang jadi permasalahan fasilitas booster juga masih belum semudah itu kita dapatkan. Gimana masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya, sementara belum terfasilitasi semua jadi harus antigen. Jadi agak sedikit membebankan," kata Dedy.

Sementara penumpang bernama Milad Rahmatillah (26) mengaku sudah booster dari jauh hari. Ia pun senang dengan keputusan tersebut sehingga menciptakan rasa aman.

"Kalau menurut saya bagus ya, demi kemananan bersama juga. Jadi kita gak perlu khawatir ke mana-mana. Kitanya jadi aman, karena sekarang dengar-dengar tinggi lagi kasusnya. Cuma karena banyak yang gak pakai masker, jadi kita harus waspada. Dengan cara booster, kita bisa aman di perjalanan," papat Milad.

Milad menyebut vaksinasi booster merupakan langkah preventif. Terutama bagi warga yang tak miliki riwayat penyakit berisiko.

"Jadi sebagian anak-anak muda termasuk preventif untuk kemananan kita, tapi ada pihak lain yang keberatan. Cuma kita ambil bagaimana positifnya saja," pungkasnya.

Sebenarnya, PT KAI menyediakan area vaksin di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir. Namun, operasi gerai vaksin hanya dari pukul 08.00 WIB, sampai pukul 12.00 WIB.

Lihat juga Video: Aturan Wajib Vaksin Booster di Pelabuhan Gilimanuk Bali

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT