KPID Jabar Temukan Radio Siaran Tolak Perempuan Jadi Narasumber

ADVERTISEMENT

KPID Jabar Temukan Radio Siaran Tolak Perempuan Jadi Narasumber

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 16:23 WIB
KPID Jabar saat melaksanakan FGD
KPID Jabar saat melaksanakan FGD. (Sudirman Wamad/detikJabar)
Bandung -

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat (Jabar) menemukan adanya radio siaran keagamaan yang terindikasi intoleran. Lembaga penyiaran ini tersebar di enam daerah di Jabar.

Dilansir dari detikJabar, Ketua Komisi KPID Jabar Adiyana Slamet mengatakan sejumlah lembaga penyiaran, khususnya radio, itu terindikasi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Selain itu, KPID berpegang pada UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Dalam UU itu disebutkan frekuensi yang digunakan lembaga penyiaran merupakan milik publik.

"Karena frekuensi ini milik publik, jadi tidak melihat suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Karena diatur UU 32 Tahun 2002," kata Adiyana kepada detikJabar seusai FGD di kantornya, Kamis (14/7/2022).

Adiyana mengaku sebelumnya KPID telah menggelar riset dan MoU dengan MUI, kemudian memantau beberapa lembaga penyiaran. "Setelah kita kumpulkan data, pemantauan, dan monitoring, ada beberapa lembaga yang melanggar regulasi terkait keagamaan di P3SPS," ucap Adiyana.

"Kurang lebih ada di enam kabupaten dan kota. Kemudian diindikasikan melanggar regulasi P3SPS, Pasal 6, 7, dan 8," Adiyana menambahkan.

Adiyana menjelaskan lembaga penyiaran yang terindikasi melanggar regulasi mengenai siaran agam itu berupa program atau konten. Beberapa di antaranya mempertentangkan soal tradisi syukuran, menolak menjadikan perempuan sebagai narasumber, dan lainnya.

"Jadi ada yang lembaga siaran itu tidak boleh narasumbernya perempuan. Ada juga yang mendiskreditkan agama lain," ucap Adiyana.

Baca selengkapnya di sini

Simak juga 'Muncul Spanduk Dirinya soal Judi Online, Wagub Uu: Saya Bingung':

[Gambas:Video 20detik]




(idh/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT