ADVERTISEMENT

Penyunat Vonis Pinangki Lulus Ujian Hakim Pelanggaran HAM Berat

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 15:57 WIB
Gedung Mahkamah Agung
Gedung MA (ari/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) meluluskan sejumlah nama dalam ujian tertulis untuk seleksi hakim pelanggaran HAM berat. Salah satunya Reny Halida Ilham Malik, yang sempat dikenal saat menyunat vonis jaksa Pinangki.

Sebagaimana dilansir website MA, Kamis (14/7/2022), sejumlah 33 orang lulus seleksi tertulis. Salah satunya Reny. Dengan lulus seleksi tertulis itu, Reny Halida Ilham Malik akan mengikuti profile assessment pada 18-19 Juli 2022 dan dilanjutkan wawancara pada Rabu dan Kamis setelahnya.

Siapa Reny Halida Ilham Malik?

Reny bergabung dalam majelis yang mengurangi vonis Pinangki bersama Muhammad Yusuf, Haryono, Singgih Budi Prakoso, dan Lafat Akbar. Reny dkk sepakat menyunat hukuman Pinangki dari 10 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara dengan alasan Pinangki merupakan jaksa yang juga ibu rumah tangga sebagai tulang punggung keluarga.

Padahal, Pinangki melakukan kejahatan berlapis. Yaitu korupsi dan melakukan pencucian uang. Tidak tanggung-tanggung, suap yang diterimanya dari Djoko Tjandra, buronan nomor wahid di Indonesia karena korupsi lebih dari Rp 500 miliar.

Selain itu, Reny terlibat dalam sunat vonis pembobol Jiwasraya, yaitu Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan. Majelis Pinangki yang menyunat hukuman Syahmirwan dari seumur hidup menjadi 18 tahun penjara.

Reny juga menganulir hukuman penjara seumur hidup pembobol Jiwasraya, Joko Hartono Tirto, menjadi 18 tahun penjara. Juga mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

Tidak hanya itu, Reny juga menyunat hukuman mantan Dirut Jiwasraya, Hendrisman Rahim. Awalnya, Hendrisman dihukum penjara seumur hidup. Tapi oleh Reny dkk vonis Hendrisman disunat menjadi 20 tahun penjara.

Selain mendaftar calon hakim agung tahun ini, Reny berkali-kali mendaftar calon hakim agung tetapi gagal saat tes di Komisi Yudisial (KY). Kegagalan Reny tercatat saat mendaftar pada 2017, 2019, dan 2020. Terakhir, Reny mendaftar pada 2021 tapi dicoret KY karena putusan kontroversial Pinangki.

Berikut nama yang lulus ujian tertulis:

1. Agus Hermawan, advokat
2. Amir Aswan, eks hakim ad hoc
3. Antonius Eko Nugroho, advokat
4. Anselmus Aldrin Rangga Masiki, advokat
5. Djailani Arifin Putra, eks hakim ad hoc
6. Eka Fridiyani Sihaloho, ASN
7. Elen Hotmaria Uli S, advokat
8. Fenny Cahyani, advokat
9. Florentia Switi Andari, advokat
10. Hendrik Dengah, akademisi
11. Herlinda, advokat
12. I Made Kantikha, Akademisi
13. Irwan Syarif, ASN
14. Kumalasari, ASN
15. M Mahin, eks hakim ad hoc
16. M Puguh Haryogi, konsultan hukum
17. M Halim, advokat
18. M Syarifuddin, advokat
19. Nugraha Pranadita, akademisi
20. Parmonangan Siregar, advokat
21. Purnawirawan, advokat
22. Poedji Rahardjo, ASN
23. Renny Halida Ilham Malik
24. Rizani, tenaga ahli DPRD
25. Robert Pasaribu, analisis hukum BRIN
26. SIiti Noor Laila, eks Komisioner Komnas HAM
27. Sofi Rahma Dewi, akademisi
28. Ukar Priyambodo, eks hakim ad hoc
29. Yaya Supriyadi, purnawirawan TNI
30. Yudha Ramelan, eks pejabat LPS
31. Yudis Paulina, advokat
32. Yustian Haryanto, advokat
33. Zenwen Pador, advokat

(asp/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT