ADVERTISEMENT

Sherpa G20 Bahas Penanganan Isu Prioritas di Pertemuan Labuan Bajo

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 11:12 WIB
kemlu
Foto: kemlu
Jakarta -

Para Sherpa G20 kembali mengadakan pertemuan untuk kedua kalinya di masa kepemimpinan Indonesia di G20. Dalam pertemuan kali ini, para Sherpa membahas perkembangan penanganan isu-isu strategis untuk mengatasi berbagai tantangan global.

"Kita perlu bekerja lebih keras untuk meyakinkan bahwa G20 tetap relevan untuk mengatasi berbagai tantangan global," dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (14/7/2022).

Dalam pertemuan yang digelar di Labuan Bajo 10-11 Juli 2022 tersebut, ditekankan pula peran penting G20 dalam memberikan solusi nyata terhadap isu global, terutama bagi masyarakat dunia yang terkena dampak konflik antarnegara.

"Tanggung jawab kita adalah memberikan solusi sehingga tidak ada orang, negara, atau wilayah yang ditinggalkan. G20 dapat memberikan jalan bagi stabilitas, pemulihan, dan kemakmuran global," tutur Kemlu.

Kegiatan 2nd Sherpa Meeting kali ini dimanfaatkan untuk membahas perkembangan seluruh workstream di bawah Presidensi G20 Indonesia dengan masing-masing Chair Working Group menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Bali pada November 2022.

Indonesia sendiri memanfaatkan kesempatan ini untuk menghadirkan pembicara khusus (briefer) dari berbagai organisasi internasional, antara lain Food and Agriculture Organization (FAO), International Monetary Fund (IMF), dan International Renewable Energy Agency (IRENA). Dalam kesempatan ini, para briefer memberikan pandangan terhadap perkembangan ekonomi global dan dampaknya terhadap rantai pasok pangan dan energi.

Sesi pertemuan yang berjalan secara intensif tersebut membahas tiga sektor prioritas Presidensi G20 Indonesia. Pertama, sesi Arsitektur Kesehatan Global yang membahas perkembangan berbagai Working Group yaitu kesehatan, pertanian dan pariwisata.

Kedua, sesi Transformasi Digital yang membahas perkembangan Working Group ekonomi digital, pendidikan, serta perdagangan, industri dan investasi. Terakhir, sesi Transisi Energi yang membahas perkembangan Working Group transisi energi, lingkungan hidup, pembangunan dan anti-korupsi.

Selain tiga sektor prioritas di atas, para Sherpa juga membahas lanjutan dari berbagai usulan proyek kerja sama konkrit di G20 yang ditujukan bagi negara berkembang maupun negara pulau kecil di luar kerangka G20. Usulan proyek tersebut nantinya akan disahkan di KTT Bali.

Di sela-sela berbagai sesi tersebut, para Sherpa melakukan diskusi terbuka 'Sofa Talk' mengenai berbagai isu strategis terkait persiapan substantif KTT G20 Bali di atas kapal Lako Sai. Co-Sherpa Dian Triansyah Djani dan Edi Pambudi juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para Sherpa negara anggota G20.

Sebagai informasi, G20 adalah sebuah platform multilateral strategis yang menghubungkan 20 Ekonomi utama dunia. G20 memegang peran strategis dalam mengamankan masa depan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi global.

Indonesia memegang Presidensi G20 selama 2022 dengan mengangkat tema 'Recover Together, Recover Stronger' dan memberikan prioritas pada kerja sama di bidang penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi. Selain itu, pertemuan G20 ke depannya akan turut membahas isu terkait ketahanan pangan dan energi sehubungan dengan dinamika geopolitik global yang tengah terjadi.

Rangkaian pertemuan G20 di bawah Presidensi Indonesia telah dimulai pada 1 Desember 2021 dan akan berpuncak pada KTT Bali pada tanggal 15-16 November 2022.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT