Masyumi Reborn Akui 1 Pengeroyok Ade Armando Kader, Beri Bantuan Hukum

ADVERTISEMENT

Masyumi Reborn Akui 1 Pengeroyok Ade Armando Kader, Beri Bantuan Hukum

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 10:38 WIB
Sidang Pengeroyokan Ade Armando (Zunita-detikcom)
Sidang pengeroyokan Ade Armando (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Partai Masyumi Reborn membenarkan hanya satu dari enam terdakwa pengeroyok Ade Armando yang merupakan kader mereka. Meski tak setuju kekerasan terhadap Ade Armando, Masyumi tetap memberikan bantuan hukum kepada kader mereka bernama Marcos Iswan.

"Iya, memang dia kebetulan anggota kita, anggota Masyumi. Betul (kader Masyumi), cuma dia kan atas nama aktivitas dan kawan-kawan. Jadi saya dari sejak awal sudah meminta kawan-kawan divisi Depok, itu kan di bawah Depok, untuk memberikan advokasi dan bantuan hukum kepada dia, walaupun itu tidak terikat, tidak berhubungan dengan partai," kata Ketum Partai Masyumi Reborn Ahmad Yani kepada wartawan, Kamis (14/7/2022).

Ahmad Yani tak ingin kekerasan yang dilakukan kader mereka, Marcos Iswan, disebut atas nama Partai Masyumi. Yani menyebut partainya mengedepankan ide dan gagasan.

"Tidak mungkinlah itu atas nama partai. Karena Masyumi itu kan mengedepankan ide dan gagasan, selalu menjunjung gagasan dan pandangan," ujar Yani.

Dari pengakuan Marcos Iswan kepadanya, Ahmad Yani mengatakan tak ada niat Marcos mengeroyok Ade Armando saat demo di depan gedung MPR/DPR RI. Marcos, kata Yani, hanya terpancing saja ikut mengeroyok Ade Armando.

"Tapi itu saya dengar sendiri, memang dia awalnya tidak ada niat si Marcos, kan saya tanya dengan kawan-kawan di sekitar sana. Membuktikan dia hanya terpicu saja dengan keadaan, karena melihat orang-orang itu. Apalagi lihat Ade Armando, ya kita kan tidak tahu siapa yang memulai, itu terikutkan saja, kan bagian dari massa itu," ujarnya.

Sementara itu, terkait lima terdakwa pengeroyok Ade Armando lainnya, Yani tak mengetahui statusnya. Yani menyebut kelima lainnya tidak diketahui sebagai simpatisan atau pendukung Partai Masyumi.

"Saya tidak ingin mengatakan, bahwa bisa saja kan dia tidak tercatat di anggota kita. Iya (hanya satu saja yang tercatat)," kata Yani.

"Tapi yang lima lainnya itu, apakah dia simpatisan? Apakah dia berempati? Atau memberikan dukungan, saya tidak tahu persis itu. Yang mendukung Masyumi ini kan banyak juga. Tapi kalau yang anggota karena kita ada sel-sel aktif, ya harus mendaftar diri," imbuhnya.

Dakwaan Jaksa

Ade Armando sebelumnya dikeroyok enam orang di depan gedung DPR, Jakarta Pusat. Enam orang itu disebut berasal dari Partai Masyumi. Enam terdakwa itu adalah Marcos Iswan, Komar, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa yang dibacakan pada Rabu (22/6). Awalnya, jaksa mengatakan keenam terdakwa itu datang bersama-sama ke gedung DPR untuk melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM dan jabatan presiden tiga periode pada 11 April 2022.

Jaksa menyebut enam terdakwa sudah saling mengenal dan berada di partai yang sama, yakni Partai Masyumi. Sebelum datang ke DPR, mereka juga janjian melalui pesan singkat.

"Bahwa setelah mengetahui adanya aksi unjuk rasa tersebut maka para terdakwa berjumlah 6 (enam) orang berasal dari Partai Masyumi dan bermaksud ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut dengan tuntutan yang sama, akan tetapi bukan merupakan bagian dari kelompok Mahasiswa yang mendapatkan izin atau yang telah memberitahukan kepada pihak keamanan untuk melakukan aksi unjuk rasa tersebut," kata jaksa dalam surat dakwaannya.

Simak Video: Eddy Soeparno ke Ade Armando: Jangan Playing Victim

[Gambas:Video 20detik]




(rfs/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT