KPAI soal Lomba Buka Baju di SD Tangerang: Maksudnya Baik tapi Tak Tepat

ADVERTISEMENT

KPAI soal Lomba Buka Baju di SD Tangerang: Maksudnya Baik tapi Tak Tepat

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 08:47 WIB
Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati m
Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti lomba ganti baju di ruang terbuka saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Uwung Jaya, Kota Tangerang, Banten. KPAI menilai seharusnya MPLS menjadi sarana mengenalkan siswa pada lingkungan sekolahnya.

"Jadi fokusnya pada bagaimana kemudian anak bisa beradaptasi, minimal dia merasa nyaman di sekolahnya, kemudian dia tahu tempat-tempat penting di lingkungan sekolah, misalnya toilet, ruang guru, perpustakaan, dan mungkin musala," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Rita menyebut tenaga pendidikan di sekolah menjadi bagian penting dalam masa MPLS siswa-siswi SD. Menurutnya, para guru di sekolah tidak boleh membuat murid merasa takut ketika berganti lingkungan sekolah dari TK/PAUD ke SD.

"Saya kira perlombaan itu kerangkanya adalah agar anak-anak merasa nyaman, namun tentu memperhatikan kepantasan. Ya sebenarnya mungkin itu maksudnya ngajarin motorik harus untuk (mandiri) memakai baju, tapi memang kurang tepatlah. Maksudnya baik tapi kurang tepat," ucapnya.

Seperti diketahui, dalam pelaksanaan MPLS di SDN Uwung Jaya, Kota Tangerang, pada Senin (11/7), pihak sekolah membuat berbagai kegiatan. Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian pada anak didik baru.

Satu di antara kegiatan tersebut adalah lomba berganti baju yang dilaksanakan di ruang terbuka. Kegiatan MPLS inilah yang diprotes orang tua siswa.

Kepsek Ditegur Dindik Kota Tangerang

Atas kejadian itu, Kepala SDN Uwung Jaya ditegur oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang. Kepala Dinas Pendidikan Jamalludin menjabarkan surat teguran dengan nomor 421.2/3095-Bidang SD tersebut dilayangkan karena kegiatan MPLS bagi peserta didik baru yang dilakukan, bertentangan dengan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.

"Pada salah satu poinnya, pengenalan lingkungan sekolah wajib berisi kegiatan yang bermanfaat, edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Karena (sekolah) melanggar, kami berikan teguran keras untuk kepala sekolahnya," ujar Jamal dari keterangan yang diterima, Rabu (13/7).

Jamal menambahkan pihaknya mengharapkan seluruh SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta, melakukan kegiatan MPLS dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi seluruh peserta didik yang baru. Selain Kepala SDN Uwung Jaya, surat teguran diberikan kepada korwil dan para pengawas Korwil Cibodas karena telah lalai dalam memberikan pengawasan di wilayah tersebut.

Lihat juga Video: Duh, Sapi Kurban di Tangerang Stres hingga Loncat ke Kali

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT