4 Pernyataan Mahfud Md Anggap Ada yang Janggal di Kasus Brigadir J

ADVERTISEMENT

4 Pernyataan Mahfud Md Anggap Ada yang Janggal di Kasus Brigadir J

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 08:02 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md turut berkomentar soal kejanggalan dalam kasus tewasnya Brigadir Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Seperti diketahui, Polri menjelaskan Brigadir J tewas dalam sebuah baku tembak dengan Bharada E di rumah Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo.

Mahfud menyebut Polri juga tak jelas dalam menjelaskan hubungan sebab dan akibat pada kasus polisi tembak polisi ini. Oleh sebab itu, Mahfud mendukung sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk tim khusus dan menggandeng pengawas eksternal Polri untuk mengusut tuntas perkara ini.

"Sudah tepat yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dengan membentuk tim investigasi yang terdiri atas orang-orang kredibel yang dipimpin oleh Komjen Gatot Eddy. Itu sudah mewakili sikap dan langkan pemerintah sehingga Kemenko Polhukam akan mengawalnya," kata Mahfud saat dihubungi detikcom, Rabu (13/7/2022).

Mahfud menuturkan kasus polisi tembak polisi di rumah Ferdy Sambo tersebut tidak bisa dibiarkan mengalir karena banyak kejanggalan. Kredibilitas Polri menjadi taruhan dalam menangani kasus ini.

Berikut 4 pernyataan Mahfud soal kejanggalan kasus kematian Brigadir J:

1. Penjelasan Polri Tak Jelas

Sebelumnya, Polri menjelaskan peristiwa polisi tembak polisi di rumah Ferdy Sambo terjadi karena Brigadir J, yang disebut sopir istri Ferdy, nyelonong masuk ke kamar pribadi Ferdy Sambo. Saat itu hanya ada istri Ferdy di kamar.

Brigadir J disebut mencabuli istri Ferdy Sambo dan menodongkan senjata api. Hal itu membuat istri Ferdy Sambo berteriak ketakutan hingga Bharada E menghampiri.

Masih berdasarkan penjelasan Polri, Bharada E memuntahkan 5 peluru dari senjata apinya karena Brigadir J disebut menyerang duluan dengan 7 tembakan. Peluru dari senjata Bharada E memberondong tubuh Brigadir J, sementara peluru Brigadir J sama sekali tak melukai Bharada E.

Simak kesimpulan Mahfud yang menilai penjelasan Polri tak jelas di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT