ADVERTISEMENT

Vonis Ayah Perkosa Anak di Depok Lebih Berat dari Tuntutan, Ini Alasannya

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 22:13 WIB
ilustrasi
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Seorang ayah berinisial A (48) yang memperkosa anak kandung di Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, divonis 20 tahun penjara. Hukuman tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni 18 tahun penjara.

Terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp 1 M atau subsider 6 bulan serta membayar pidana tambahan berupa restitusi kepada anaknya sebesar Rp 76,6 juta.

Hakim ketua dalam persidangan, Nugraha Medica, mengatakan ada beberapa pertimbangan vonis tersebut. Salah satunya tindakan terdakwa menimbulkan sakit dan trauma kepada anak kandung sendiri.

"Pertama, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Perbuatan terdakwa mengakibatkan anak korban mengalami sakit dan trauma dan terdakwa melakukan perbuatan tersebut terhadap anak kandungnya sendiri yang seharusnya dilindungi oleh terdakwa," papar Nugraha dalam persidangan, Rabu (13/7/2022).

Ia mengatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan bersalah. A terbukti telah memaksa anak kandung untuk melakukan persetubuhan. Bahkan tindakannya dilakukan secara berulang.

"Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, memaksa anak untuk melakukan persetubuhan secara berlanjut," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, A didakwa dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3), ayat (5) jo Pasal 76 D UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah terakhir dengan UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, JPU Kejari Depok menuntut ayah berinisial A yang memperkosa anak kandungnya dengan hukuman 18 tahun penjara.

"Menyatakan, Terdakwa A terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok Andi Rio Rahmat Rahmatu dalam keterangan resminya, Rabu (22/6).

Selain dituntut 18 tahun penjara, A dibebani denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

"Membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan dan pidana tambahan berupa restitusi sebesar Rp 76,6 juta subsider 6 bulan kurungan," pungkasnya.

(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT