ADVERTISEMENT

KPK Peringatkan Saksi Kasus Mardani Maming Kooperatif!

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 17:15 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi-detikcom)
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Tiga saksi tidak memenuhi panggilan penyidik KPK dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. KPK mengimbau para saksi kooperatif.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut KPK telah memanggil ketiga saksi, yakni Direktur PT Permata Abadi Raya (PAR) 2013-2020 Wawan Surya, Komisaris PT Angsana Terminal Utama Muhammad Bahruddin, dan pihak swasta Andy Cahyadi. Namun, ketiga saksi itu tidak hadir tanpa konfirmasi.

"Bertempat di gedung Merah Putih KPK, sedianya tim penyidik menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi Direktur PT Permata Abadi Raya (PAR) 2013-2020 Wawan Surya, Komisaris PT Angsana Terminal Utama Muhammad Bahruddin, dan pihak swasta Andy Cahyadi," kata Ali kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

"Informasi yang kami terima, ketiga saksi tersebut tidak hadir dan tanpa konfirmasi pada tim penyidik terkait alasan ketidakhadirannya," sambungnya.

Sementara itu, KPK telah memeriksa Manajer Keuangan PT Prolindo Cipta Nusantara (PT PCN) 2010-2014 Novita Tanudjaja pada Selasa (12/7). Novita diperiksa terkait aktivitas dan proses keuangan di PT PCN.

"Selasa (12/7) hadir seorang saksi yaitu Novita Tanudjaja Manajer Keuangan PT Prolindo Cipta Nusantara (PT PCN) dari tahun 2010-2014. Tim penyidik mengkonfirmasi pengetahuannya antara lain terkait dengan aktifitas dan proses keuangan di PT PCN," ujar Ali.

Lebih lanjut, KPK mengimbau para saksi kooperatif dan hadir pada setiap jadwal pemanggilan KPK. "KPK mengingatkan agar para saksi kooperatif untuk hadir pada jadwal pemanggilan berikutnya," ucap Ali.

Diketahui dalam perkara ini, kata Ali, KPK tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi (TPK) berupa suap dan gratifikasi pemberian izin usaha pertambangan. Saat ini, perkara ini sudah berada di tahap penyidikan.

"Sebagaimana telah diketahui bersama, setelah KPK meminta bahan keterangan kepada sejumlah pihak dan kemudian ditemukan bukti permulaan yang cukup maka KPK telah menaikkan ke tahap penyidikan terkait perkara dugaan TPK suap dan penerimaan gratifikasi pemberian izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan," kata Ali.

Namun, hingga saat ini, KPK belum mengumumkan tersangka di kasus ini. Ali memastikan akan mengumumkan perkara ini kepada publik jika penyidikan telah cukup.

"KPK akan menyampaikan pada publik mengenai pihak-pihak mana saja yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka, kronologi uraian perkara, hingga pasal apa saja yang disangkakan ketika penyidikan cukup dan telah dilakukan upaya paksa penangkapan maupun penahanan," lanjut Ali.

Simak halaman selanjutnya

Saksikan juga 'Mardani H Maming Merasa Dikriminalisasi, Begini Respons KPK':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT