ADVERTISEMENT

Pemprov DKI Ungkap Baru 5 dari 70 Budaya Asli Jakarta yang Dicatatkan

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 16:59 WIB
Ronald Lumbuun
Ronald Lumbuun (Dok. Kumham)
Jakarta -

Ternyata baru 5 dari 70 budaya asli DKI Jakarta yang dicatatkan ke negara. Oleh sebab itu, Kanwil Kumham DKI Jakarta melakukan sejumlah kegiatan untuk mendorong 65 kebudayaan itu dicatat di negara agar tidak 'dicuri' negara asing.

"Kanwil Kumham DKI Jakarta akan mendorong pengakuan tersebut sebagai langkah untuk merangsang pertumbuhan karya dan budaya yang inovatif di Jakarta," kata Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Ronald Lumbuun ketika membuka Desiminasi dan promosi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Hotel Royal Kuningan Jakarta, yang ditulis dalam rilis kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Apalagi Jakarta bukan hanya sebagai pusat pemerintahan tetapi juga sebagai pusat ekonomi dunia. Jakarta telah tumbuh menjadi kota megapolitan yang melahirkan banyak inovasi dari pengembangan budaya asli. Potensi budaya asli daerah Jakarta ini harus terus didorong menjadi sebuah kekuatan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Seperti Soto Betawi, Es Selendang Mayang, Palang Pintu Betawi, Roti Buaya, Kerak Telor, Bir Pletok, Pencak Silat, Telur Asin Rorotan, Ondel-Ondel, adalah asli budaya yang punya potensi ekonomi yang harus dilindungi dengan pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal," ucap Ronald Lumbuun lagi.

Ronald juga mengatakan Kanwil Kumham tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran dan kemauan dari semua pihak dalam membantu suksesnya program perlindungan Kekayaan Intelektual komunal ini sangatlah penting. Pemerintah Provinsi Jakarta, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat Jakarta, mahasiswa, dan masyarakat luas adalah mitra Kanwil Kumham DKI mengkampanyekan perlindungan KIK ini.

"Kampanye yang akan terus dilakukan untuk menggugah kesadaran masyarakat luas untuk dapat memanfaatkan perlindungan hukum kekayaan intelektual komunal yang menimbulkan rangsangan inovasi baru dan peningkatan ekonomi yang semakin besar, yang berujung pada perluasan lapangan pekerjaan meningkatkan ekonomi bangsa," beber Ronald Lumbuun.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, Novriandi, mengatakan, dari sekitar 70 aset budaya asli Jakarta baru 5 yang masuk pencatatan kekayaan Intelektual Komunal. Langkah itu penting untuk menjelaskan identitas kota Jakarta sebagai kota megapolitan yang berbudaya.

"Bekerja sama terus dengan kanwil Kumham Jakarta, Dinas akan men-support penuh agar seluruh kekayaan budaya yang ada bisa segera tercatatkan," ujar Novriandi.

Sementara itu, Sekjen Lembaga Kebudayaan Betawi, Imron Hasbullah yang mendukung penuh langkah Kanwil Kumham DKI dan dinas Kebudayaan.

"Jangan sampai potensi budaya asli Jakarta kemudian diklaim negara lain sehingga merugikan, seperti pencak silat asli Jakarta yang sudah mendunia tetapi belum tercatat sebagai milik asli Jakarta," jelas Imron.

(asp/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT