ADVERTISEMENT

Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Depok Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 16:39 WIB
Palu Hakim. Ari Saputra. Ilustrasi
Ilustrasi sidang (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ayah berinisial A (48) di Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, yang memperkosa anak kandung, akan menjalani sidang putusan hari ini. Sidang putusan itu akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

"Iya (sidang putusan), dijadwalkan jam 15.00 WIB," papar pejabat Humas PN Depok, Hanafi, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (13/7/2022).

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lokasi, pukul 15.45 WIB sidang tersebut belum dimulai. Hanafi menjelaskan majelis hakim masih menjalani sidang perkara perdata.

"Tapi masih menunggu Majelis Hakim yang sedang perkara perdata agenda pemeriksaan setempat," ungkapnya.

Hanafi belum bisa memastikan kapan waktu sidang tersebut akan digelar. "Kita tunggu Majelis Hakim kembali dulu," ujarnya.

Untuk diketahui, Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok (Kejari Depok) menuntut ayah inisial A yang memperkosa anak kandungnya di Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, dengan hukuman 18 tahun penjara. Jaksa meyakini ayah inisial A tersebut terbukti bersalah melakukan pemerkosaan.

"Menyatakan, Terdakwa A terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok Andi Rio Rahmat Rahmatu dalam keterangan resminya, Rabu (22/6/2022).

Selain dituntut 18 tahun penjara, A dibebani denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

"Membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan dan pidana tambahan berupa restitusi sebesar Rp 76,6 juta subsider 6 bulan kurungan," sambungnya.

Terdakwa A diyakini jaksa terbukti bersalah melanggar Pasal 81 ayat 1, ayat 3, ayat 5 juncto Pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Simak juga 'Eks Direktur PDAM Solo Tri Atmojo Jadi Tersangka Pencabulan Siswi SMA':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT