Fadli Zon ke Ukraina, Cek Bangunan Hancur hingga Pemakaman Massal Bucha

ADVERTISEMENT

Fadli Zon ke Ukraina, Cek Bangunan Hancur hingga Pemakaman Massal Bucha

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 09:30 WIB
Fadli Zon ke Ukraina
Fadli Zon ke Ukraina, mengecek bangunan hancur dampak invasi Rusia hingga pemakaman massal Bucha. (Foto: dok. Istimewa)

Terkait IPU Task Force

IPU Task Force dibentuk sebagai tindak lanjut dan rekomendasi Sidang Umum IPU ke-144 di Nusa Dua pada 20-24 Maret 2022 yang telah menghasilkan resolusi berjudul 'Peaceful Resolution of the war in Ukraine, Respecting International Law, the Charter of the United Nations And Territorial Integrity'. Tema itu sebagai wujud komitmen parlemen dunia untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

IPU kemudian membentuk task force dan memilih delapan anggota parlemen mewakili berbagai kawasan geopolitik di dunia sebagai anggota Task Force, berikut anggota parlemen IPU Task Force:

-Peter Katjavivi (Ketua Parlemen Namibia)
-Nosiviwe Noluthando (Ketua Parlemen Afrika Selatan) mewakili kawasan Afrika
-Ali Rashid Al Nuaimi (Parlemen Uni Arab Emirates) mewakili kawasan Arab
-Fadli Zon (Ketua BKSAP DPR Indonesia) sebagai wakil kawasan Asia Pasifik
-Aigul Saifollakyzy Kuspan (Kazakhstan) mewakili kawasan Eurasia
-Beatriz Argimon (Wakil Presiden dan Ketua Parlemen Uruguay) dari Amerika Latin
-Avi Dicter (Israel)
-Arda Gerkens (Belanda) dari Grup Twelve Plus yang meliputi wilayah Eropa Barat.

Sejak dibentuk pada awal April lalu, IPU Task Force telah melakukan empat pertemuan membahas berbagai isu terkini konflik Rusia-Ukraina dan berbagai persiapan untuk melakukan mediasi. Rencana kunjungan ke Ukraina dan Rusia yang terlibat konflik tersebut diambil dalam rapat lanjutan IPU Task Force yang dihelat secara virtual pada Senin (4/7/22).

"Setelah kunjungan ke Kyiv, saya beserta anggota IPU Task Force akan melakukan kunjungan ke Moskow (Rusia) untuk bertemu dengan Ketua Parlemen Rusia dan beberapa pihak terkait dengan misi serupa," kata Fadli Zon.

Fadli Zon mengatakan, dalam jangka pendek, IPU Task Force bertujuan menghentikan peperangan demi menghindari jatuhnya lebih banyak korban jiwa serta berbagai kerusakan fisik. Sementara itu, dalam jangka menengah, IPU Task Force juga mengemban misi untuk membuka akses koridor kemanusiaan.

"Dan dalam jangka panjang, IPU Task Force mempunyai mandat untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan dan memperkuat hubungan Rusia-Ukraina melalui dialog antar parlemen," lanjut Fadli Zon.


(eva/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT