ADVERTISEMENT

Sewa Unit Apartemen Tak Sesuai yang Dijanjikan, Apakah Bisa Saya Gugat?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 08:42 WIB
Ilustrasi Kamar Apartemen
Ilustrasi Kamar Apartemen (Istimewa)
Jakarta -

Konsumen harus teliti dan detail saat hendak menyewa apartemen. Apakah fasilitasnya sesuai dengan yang diiklankan atau tidak. Tapi bagaimana bila belakangan fasilitas tidak sesuai yang dijanjikan?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Selamat Pagi

Saya menyewa apartemen di Jakarta pada Januari 2022 dengan janji dari pemilik apartemen ada waterheater, AC, kompor dan kulkas. Tapi setelah saya masuk, ternyata fasilitas itu tidak bisa dipakai karena tegangan listrik tidak bisa.

Setelah saya komplain, daya listrik dinaikkan. Namun dengan sejumlah syarat seperti saya harus meneruskan sewa selama 1 tahun, bila tidak deposit hangus. Posisi saya terjepit.

Atas kasus di atas, apakah bisa saya gugat si pemilik?

Terima kasih

Felix

Jakarta

JAWABAN:

Terima kasih atas pertanyaannya. Berikut garis besar jawaban yang bisa kami sampaikan.

Apa Itu Sewa Menyewa?

Dalam hukum perdata, sewa-menyewa diatur dalam Pasal 1548-1600 KUHPerdata. Definisi sewa menyewa menurut Pasal 1548KUHPerdata adalah sebagai berikut:

Sewa menyewa adalah suatu persetujuan, dengan mana pihak yang satu mengikatkan diri untuk memberikan kenikmatan suatu barang kepada pihak yang lain selama waktu tertentu, dengan pembayaran suatu harga yang disanggupi oleh pihak tersebut terakhir itu.

Di mana pihak pertama mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak lainnya suatu peminjaman dari sebuah barang selama waktu tertentu dengan pembayaran suatu harga yang telah disepakati bersama.

Terjadinya transaksi sewa-menyewa, memang harus berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak. Jika kesepakatan belum terwujud, maka bisa dikatakan perjanjian tersebut belum bisa direalisasikan. Pada akhirnya, muncul hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang melakukan kerjasama.

Pasal 1550 KUHPerdata, kewajiban pemilik tersebut di antaranya:

1. Menyerahkan properti yang disewakan kepada pihak penyewa.
2. Memelihara properti yang disewakan sedemikian rupa sehingga dapat di pakai dan dipergunakan untuk keperluan yang dimaksud.
3. Memastikan ketentraman, kenyamanan, dan keamanan kepada penyewa properti.

Selain itu, untuk sewa menyewa rumah diatur juga oleh Peraturan Pemerintah No 44/1994 Tentang Penghunian Rumah Oleh Bukan Pemilik yang memberikan jaminan perlindungan hukum, baik bagi pemilik maupun penyewa rumah. Di dalam PP tersebut disebutkan bahwa perjanjian dan peraturan sewa-menyewa hanya sah dilakukan jika ada persetujuan atau izin pemilik hunian.

Persetujuan ini dapat dibuat dalam bentuk surat/tertulis. Setidaknya, ada tiga klausul yang harus tertera di dalam surat perjanjian sewa rumah tersebut, yakni:

1. klausul hak dan kewajiban,
2. klausul jangka waktu sewa dan
3. klausul besarnya sewa.

Berdasarkan uraian definisi sewa yang disebutkan di atas, unsur-unsur berikut dapat diambil:
1. Adanya pihak sewa dan penyewa.
2. Ada konsensus antara kedua pihak
3. Keberadaan objek sewaan, yaitu barang, baik yang bergerak maupun tidak bergerak
4. Ada kewajiban pihak yang menyewa untuk menyerahkan kesenangan kepada penyewa suatu benda
5. Ada kewajiban penyewa untuk menyerahkan uang pembayaran kepada pihak yang menyewa.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT