ADVERTISEMENT

Dituding Kriminalisasi, KPK Tantang Kuasa Hukum Mardani Maming di Sidang

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 12 Jul 2022 17:39 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi-detikcom)
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

KPK merespons tudingan tim pengacara Mardani H Maming, Bambang Widjojanto dan Denny Indrayana, yang menganggap KPK mengkriminalisasi kliennya. KPK menantang keduanya di persidangan terbuka soal keabsahan perkara Maming.

"Sama-sama kita ikuti uji keabsahan syarat formil proses penyidikan perkara ini di depan persidangan yang terbuka untuk umum dimaksud," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).

KPK, kata Ali, dalam perkara ini memastikan tidak ada campur tangan pihak lain dalam penetapan status penyidikan. Ali menegaskan penyidik KPK telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Maming sebagai tersangka.

"Kami tegaskan bahwa tidak ada kepentingan lain selain murni penegakan hukum karena telah ditemukan adanya kecukupan alat bukti untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka dalam perkara ini," tegas Ali.

Ali menyayangkan adanya upaya penggiringan opini yang dilakukan tanpa argumentasi hukum yang tepat. Ali mengingatkan agar bantahan disampaikan sesuai dengan koridor hukum.

"Kami menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba menggiring opini substansi perkara ini tanpa berdasarkan argumentasi hukum yang tepat," ujar Ali.

"Silakan sampaikan bantahan, tentu pada tempatnya sesuai koridor hukum," sambung Ali.

Sebelumnya, kuasa hukum Mardani Maming, BW, mengatakan KPK telah menuduh kliennya melakukan dugaan gratifikasi. Kata BW, kasus yang diungkap KPK itu terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu di mana ada transaksi bisnis dan ada akadnya.

"Tapi kemudian ada tuduhan dengan korupsi, kalau yang dipakai Pasalnya 12A, 12B, 11. Lah itu isunya artinya gratifikasi. Itu terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu. Ini ngomong gratifikasi 10 tahun yang lalu. Nah, kalau underlying-nya adalah transaksi bisnis yang jelas akadnya, terus ada tudingan seperti ini, ini kan jadi menarik. Kasus ini jadi menarik karena itu," kata BW.

BW mengatakan kliennya dikriminalisasi. Bambang kemudian menyinggung soal upaya pemerintah Indonesia yang saat ini tengah melakukan pemulihan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kita tengah melakukan recovery ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Tapi di sisi yang lain transaksi di sini kok dikriminalisasi, satu itu. Apakah ini tidak melanggar prinsip-prinsip kepentingan umum dan kemaslahatan di mana posisi hukum dan moral KPK dalam konteks ini?" ujar BW.

BW mengaku mempunyai argumen mengenai izin pertambangan usaha (IUP). BW mengaku siap beradu argumen dengan KPK di persidangan.

"Berarti (kepotong) kasusnya, karena yang menjadi dasar itu, underlying-nya itu soal IUP, Bos, soal IUP, izin usaha pertambangan. Saya punya deretan argumen di situ, cuma saya tidak mau mengadili KPK di ruang media seperti ini. Kita bertarung gagasannya itu di ruang pengadilan, pada saatnya nanti akan kami kemukakan," ujar BW.

Sementara itu, Denny Indrayana menyoroti kasus dugaan korupsi yang menyeret kliennya di KPK. Denny menuding kasus ini berkaitan dengan persoalan Maming dengan pemilik PT Jhonlin Group Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

"Kalau teman-teman mengikuti prosesnya pada saat selesai diperiksa, sebagai pemberi keterangan pada tahap penyelidikan, Mardani dengan jelas menyebut bahwa ini ada kaitan persoalan bisnis dengan Andi Samsudin Arsyad atau dikenal sebagai Haji Isam di Kalimantan Selatan," kata Denny Indrayana seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Selasa (12/7/2022).

Denny kemudian menyinggung soal situasi bisnis di Kalimantan Selatan. Mantan Wamenkumham yang lahir di Kalimantan Selatan itu menyebut tidak sedikit pengusaha yang jika berkonflik dengan Haji Isam harus berhadapan dengan proses hukum.

"Saya lahir di Kalimantan Selatan. Jadi saya ingin menggarisbawahi kata-kata kriminalisasi, transaksi bisnis yang tadi disampaikan oleh Mas BW (Bambang Widjojanto) bahwa memang tidak sedikit pengusaha Kalimantan Selatan jika berkonflik dengan Andi Samsudin Arsyad ini, ini kemudian berhadapan dengan kriminalisasi, itu yang akan kita lihat, dan akan buktikan pada saatnya dalam proses salah satunya dalam proses praperadilan ini," kata Denny.

Simak Video 'Mardani H Maming Merasa Dikriminalisasi, Begini Respons KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT