Lima Menit di Bungker Kaliadem

Lima Menit di Bungker Kaliadem

- detikNews
Jumat, 16 Jun 2006 11:16 WIB
Lima Menit di Bungker Kaliadem
Sleman - Evakuasi terhadap dua orang yang terjebak di bungker Kaliadem, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta sangat sulit. Untuk masuk ke bungker, harus ekstra hati-hati karena di dalam bungker sangat panas.Penuturan Sukamto, petugas SAR yang mengevakuasi dua korban, Sudarwanto dan Warjono, evakuasi dilakukan secara manual, tanpa alat bantu masker. Saat pintu kedua bungker yang terbuat dari besi berhasil dibuka, keluar gas panas."Udara dari dalam panas, tampak pekat dan bau belerang menyengat. Pintu besi masih utuh, tapi di lantai penuh dengan pasir lahar panas. Pasir ini masuk dari pintu masuk," tutur Sukamto kepada detikcom, Jumat (16/6/2006).Untuk masuk ke dalam, Tim SAR tidak bisa lama-lama. Udara di dalam masih panas. Demikian juga pasir di lantai juga panas. "Kami gunakan papan untuk tempat pijakan. Kalau tidak pakai papan, sol sepatu pasti meleleh," tambahnya.Karena udara di dalam panas, anggota Tim SAR tidak bisa lama-lama. Pada umumnya untuk mengangkat kedua jenazah, mereka hanya bisa bertahan maksimal 5 menit di dalam bungker."Lima menit di dalam terus keluar, badan sudah penuh dengan keringat di badan. Semua pakaian basah oleh keringat. Peluh bercucuran," ujarnya.Warjono ditemukan di bagian belakang bungker, tepatnya bak kamar mandi. Diduga karena suhu udara sangat panas, ia masuk ke dalam bungker, dan korban berusaha mencari tempat yang dingin. Namun karena suhu di atas 200 derajat Celcius, akhirnya korban meninggal. Sedangkan Sudarwanto berada sekitar 3 meter dari pintu atau di ruang tengah. Dia meninggal dengan kondisi mengenaskan, kulitnya melepuh dan mengelupas akibat awan panas. Foto:Inilah bungker itu (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads