ADVERTISEMENT

Khotbah Id, Eks Menag Bicara Fenomena Tafsir Keagamaan Tanpa Dasar Keilmuan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 10 Jul 2022 09:29 WIB
Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin jadi khatib Idul Adha
Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin jadi khatib Idul Adha (Foto: Wilda/detikcom)
Jakarta -

Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengisi khotbah salat Idul Adha 1443 H di Masjid Al Azhar. Dalam khotbahnya, Lukman berbicara tantangan kehidupan keagamaan dewasa kini.

"Belakangan ini kian muncul fenomena di mana orang beragama justru mengingkari nilai-nilai kemanusiaan. Orang beragama tapi hidupnya justru semakin eksklusif, padahal agama mengajarkan hidup inklusif. Beragama tapi pendekatannya segregatif, padahal agama mengajarkan integratif. Beragama tapi mengembangkan hal-hal yang konfrontatif, padahal agama mengajarkan saling bersinergi secara kooperatif," kata Lukman di Masjid Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Minggu (10/7/2022).

"Akhirnya beragama menjadi destruktif, padahal beragama mestinya menebarkan hal-hal yang konstruktif. Fenomena beragama yang amat memprihatinkan seperti itu tak hanya mengganggu kehidupan keagamaan di tengah masyarakat yang majemuk, tetapi juga mengancam keutuhan keindonesiaan kita," sambungnya.

Lukman menerangkan saat ini juga muncul fenomena lahirnya beragam tafsir keagamaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kata Lukman, mereka menafsirkan teks kitab suci tanpa didasari kompetensi keilmuan yang cukup.

"Belakangan ini kian muncul fenomena di mana lahir beragam tafsir keagamaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, karena tidak berdasarkan kaidah keilmuan. Mereka yang tidak memiliki kompetensi keilmuan yang cukup, begitu saja menerjemahkan, menafsirkan, dan menginterpretasikan teks-teks kitab suci, muncul terjemahan dan tafsir keagamaan yang terlalu berlebihan dan melampaui batas. Sebagian kelewat bertumpu pada teks semata dan mengabaikan konteks sama sekali," ujar Lukman.

Tak hanya itu, Lukman mengungkap ada fenomena yang saat ini muncul di mana mana seseorang mengatasnamakan agama secara demonstratif mendakwahkan bahwa Pancasila bertentangan dengan ajaran agama. Tak hanya itu, kata Lukman, ada paham yang lain yang merusak ikatan kebangsaan seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dianggap haram.

"Namun belakangan ini kian muncul fenomena di mana atas nama agama, seseorang secara demonstratif mendakwahkan pemahaman bahwa Pancasila itu bertentangan dengan ajaran agama. Memberikan hormat kepada sang saka merah putih itu perbuatan menyekutukan Tuhan. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya itu haram dan beragam paham lain yang secara langsung merusak dan mengoyak ikatan kebangsaan serta meruntuhkan sendi-sendi bangunan keindonesiaan kita," ujarnya.

Menurut Lukman, cara beragama yang berlebihan itu akan memperburuk citra agamanya sendiri. Tak hanya itu, paham-paham yang merusak ikatan kebangsaan juga dapat melukai keharmonisan hidup bersama umat lain.

"Cara beragama yang berlebihan dan melampaui batas seperti itu juga akan berdampak memperburuk citra agamanya sendiri serta melukai keharmonisan hidup bersama umat agama lain," ungkapnya.

Oleh karena itu, Lukman mengajak jemaah yang hadir pada salat Idul Adha hari ini untuk menjaga dan memelihara cara pandang praktik beragama yang tidak berlebihan. Umat beragama, kata Lukman, harus melindungi kemanusiaan dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

"Maka dalam menyikapi fenomena semua itu, kita perlu menjaga dan memelihara cara pandang, sikap, dan amalan keagamaan (praktik beragama) yang tidak berlebihan dan melampaui batas. Setiap umat beragama harus lebih memfokuskan diri pada pesan utama ajaran agama, yang inti pokok ajarannya adalah melindungi kemanusiaan dan membangun kemaslahatan bersama, yang pengejawantahannya haruslah berprinsipkan keadilan dan keseimbangan, serta menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa dalam kehidupan bersama," ungkapnya.

Diketahui, Masjid Agung Al-Azhar menggelar salat Idul Adha 1443 H hari ini. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hingga mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie salat Id di Masjid Al Azhar.

Pantauan detikcom di Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, JK terlihat mengenakan sarung bercorak biru, mengenakan jas, berpeci dan mengenakan masker. Lukman juga terlihat mengenakan sarung bercorak dan mengenakan jas berpeci hitam serta bermasker.

JK, Lukman dan Jimly duduk bersamaan dan berada di saf depan. Lukman mengisi khotbah salat Idul Adha hari ini.

Lihat juga Video: Salat Idul Adha, Anies Ajak Jemaah Doakan Warga yang Laksanakan Haji

[Gambas:Video 20detik]



(whn/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT