ADVERTISEMENT

Polisi Klaim Bocah Korban Pencabulan Sopir Taksi di Jaksel Masih Trauma

Mulia Budi - detikNews
Sabtu, 09 Jul 2022 16:38 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Sopir taksi berinisial AS (50) tega mencabuli anak tetangganya yang masih berusia 7 tahun di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap sang anak masih trauma atas perlakuan AS.

"Kondisi anaknya sendiri masih agak trauma," kata Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan AKP Mariana saat dihubungi, Sabtu (9/7/2022).

Mariana tak menjelaskan secara rinci trauma yang dialami anak tersebut. Dia mengatakan korban telah dirujuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk mendapatkan trauma healing.

"Ini kita lagi rujuk ke P2TP2A untuk konsul trauma healing-nya ke psikolog," ujarnya.

Dia menyebut perujukan itu sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Dia mengatakan korban tidak menyebutkan adanya kemungkinan korban lain dari aksi bejat AS tersebut.

"Sudah dari kemarin saya lupa tanggalnya (perujukannya)," ujarnya.

"Sementara 1 anak, korban juga nggak nyebutin saksi lain maksudnya korban lain," lanjutnya.

Sebelumnya, pencabulan ini terjadi pada Selasa (28/6) lalu sekira pukul 11.00 WIB. Awalnya korban mengadu kepada kakaknya yang sedang berada di dalam kamar.

"Nah pas sudah ke sini, aku keluar dari kamar mandi, dia gini, 'Ibu, ibu, punya aku berdarah'," ucap ibu korban, N, kepada wartawan, Kamis (30/6).

Kemudian, N bertanya kepada anaknya apa yang terjadi tapi korban menangis. Tak lama kemudian, dia bercerita bahwa tetangganyalah yang melakukan hal keji tersebut.

"Emosi aku. Terus mau ke sana bingung, ke sini bingung. Akhirnya tetangga, coba dilihat dulu. Dilihat emang (terluka). Jadi sudah, telepon bu RT, bu RT datang kita ke polsek. Dari polsek langsung disuruh ke polres," kata N.

Selanjutnya, setelah N bertanya kepada sejumlah tetangga, pria yang bekerja sebagai sopir taksi itu diduga melakukan pencabulan ke anak lainnya.

"Ternyata pas ada berita anak saya kena begini, ada salah satu anak di sini bilang, orang aku juga pernah dilihatin punya kemaluannya si A. Terus suruh pegang-pegang. Ada anak salah satu di sini tetangga," jelas N.

"Pelaku berusia 50 tahun, tetangga sendiri," sambungnya.

N mengaku bahwa anaknya sering kali bermain ke rumah AS dan diberi sejumlah uang. Terkadang AS juga sering menyuruh korban membelikan rokok.

"Kadang disuruh sama dia beli rokok. Cuma orang kan beli rokok paling dikasih Rp 2.000, ini nggak wajar. Kadang dikasih Rp 7.000, kadang dikasih Rp 12 ribu. Kalau adiknya yang disuruh Rp 2.000 doang, tapi khusus dia Rp 7.000, Rp 12 ribu," jelasnya.

(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT