Kepala BIN: Saya Berkawan dengan Ba'asyir, Kok Tidak Diawasi?
Kamis, 15 Jun 2006 17:11 WIB
Jakarta - Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) tidak akan menggelar operasi khusus terhadap aktivitas harian Ustad Abu Bakar Ba'asyir. Bahkan, Kepala BIN Syamsir Siregar mengaku berkawan dengan ustad yang berkali-kali dipenjarakan itu. Syamsir membantah sinyalemen bahwa lembaganya akan terus membuntuti setiap gerak-gerik Ba'asyir dan orang-orang dekatnya, termasuk santri Ngruki. Sinyalemen ini muncul setelah Kapolri Jenderal Pol Sutanto menyatakan Polri akan bergerak bila ada informasi intelijen. "Nggak ada pengawasan. Lha wong dia sebagai warga negara biasa, kan bebas dia. Aku saja sering berkawan dengan Ba'asyir, tapi aku kok nggak diawasi?" ujar Syamsir kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2006). Di tempat yang sama, Kapolri juga mengaku Polri tidak akan mengwasi aktivitas harian Ba'asyir. Setelah menjalani masa hukuman di LP Cipinang, kata Kapolri, pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu punya hak sama dengan WNI lainnya. "Kita kan memperhatikan hak asasi manusia, kecuali kalau ada informasi intelijen atau apa, baru ...(diawasi)," kata Kapolri. Pernyataan Kapolri itu menanggapi kekhawatiran AS dan Australia bahwa Ba'asyir akan menjalin kontak dengan anggota jaringan terorisme yang belum tertangkap aparat. AS dan Australia khawatir bisa memunculkan gelombang teror baru baik di Indonesia maupun negara lain.
(asy/)











































