ADVERTISEMENT

Fenomena Bocah Citayam, Anies Istilahkan Demokratisasi Jl Sudirman

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 14:04 WIB
Anies buka turnamen layangan (Anggi-detikcom)
Anies Baswedan (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempersilakan masyarakat dari kalangan mana pun menyambangi Taman Dukuh Atas, Jakarta Pusat, usai fenomena remaja Citayam dan Bojong Gede 'menguasai' kawasan tersebut. Anies mengistilahkannya sebagai demokratisasi Jl Sudirman.

"Sebagai sebuah pengalaman, siapa saja silakan datang. Saya mengistilahkan demokratisasi Jl Jenderal Sudirman. Karena menjadi milik semua siapa saja bisa datang menikmati dan orang tua bawa anak-anak jalan sambil dengan mudah mereka bilang, Nak, kau belajar yang rajin, biar suatu saat kau bisa kerja di gedung ini," kata Anies di Thamrin Nine, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022).

Anies menyatakan kawasan Taman Dukuh Atas mesti dijadikan sebagai ruang ketiga milik bersama, bukan hanya milik para pekerja gedung-gedung pencakar langit di Sudirman semata. Menurutnya, kawasan itu bisa dinikmati masyarakat dengan berbagai cara tanpa membedakan status ekonomi.

"Mereka yang datang memiliki pengalaman baru dan boleh datang dari mana saja tempat ini nggak harus mereka yang secara sosial ekonomi tengah-atas justru demokratisasi yang terjadi di tempat ini, siapa saja bisa menikmati," kata Anies.

Di sisi lain, Eks Mendikbud itu juga mengingatkan soal pentingnya menjaga kebersihan ketika menikmati fasilitas publik. Dia mengimbau warga menjaga ketertiban dan kebersihan di sekitar kawasan Dukuh Atas demi kenyamanan bersama.

"Jadi itu latar belakangnya ketika terjadi fenomena baru saja muncul yang penting jaga kebersihan, jaga ketertiban selebihnya nikmati ruang ketiga bersama untuk semuanya," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Area Taman Dukuh Atas, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, belakangan ini ramai diperbincangkan lantaran dikunjungi oleh sekelompok remaja yang disebut berasal dari Citayam, Bogor. Roy (17), seorang remaja asal Citayam, bercerita mengapa anak muda Citayam gemar berkumpul di Taman Dukuh Atas.

Roy bercerita dia bersama teman-temannya sudah sering berkumpul di Taman Dukuh Atas sebelum tempat tersebut viral di media sosial. Salah satu alasan Roy dkk berkumpul di Taman Dukuh Atas karena suasana yang nyaman.

"Sering (nongkrong), sudah setahun lebih sebelum viral-viral kayak gini. Memang pengen nongkrong di sini kan bareng temen. Lihat suasana bagus, nyaman gitu, tenteram lagi tempatnya," ujar Roy kepada wartawan di Taman Dukuh atas, Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2022).

Selain itu, di daerah asalnya tidak ada tempat serupa Taman Dukuh Atas. Roy dkk biasanya datang ke Taman Dukuh Atas dengan menggunakan KRL.

"Lebih bagus di sini. Naik kereta, biasanya siang sih jam 11 itu, nyampe jam 12, 1 jam," kata Roy.

Roy dkk kerap menghabiskan waktu hingga larut malam. Mereka biasanya asik mengobrol atau bernyanyi bersama.

Simak juga 'Selain untuk Nongkrong, Taman Dukuh Atas BNI Jadi Tempat Adu Outfit':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT