ADVERTISEMENT

BPN Jakpus Jelaskan Cara Urus Sertifikat Tanah Warga Usai Nama Jalan Diganti

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 13:56 WIB
22 nama jalan baru di Jakarta telah ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Berbagai nama jalan baru tersebut diambil dari nama tokoh-tokoh Betawi.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah Kota Jakarta Pusat membuka layanan sertifikat tanah bagi warga terdampak perubahan nama jalan. Layanan tersebut dipastikan gratis.

"Ya arahannya meyakinkan bahwa layanan gratis nggak ada konsekuensi pada yang lain, sudah otomatis," kata Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma kepada wartawan usai rapat bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakpus, Kamis (7/7/2022).

Dhany mengatakan warga tidak perlu khawatir dengan perubahan nama jalan. Dia mengatakan telah menyiapkan sejumlah layanan, baik perubahan NIK maupun sertifikat tanah.

"Tidak ada (kekhawatiran), gratis secara sistem juga mereka merubah titik koordinat yang ada, berdasarkan Keputusan Gubernur 565 tahun 2022 tentang perubahan nama jalan," katanya.

Kepala Seksi Survei dan Pemetaan BPN Jakpus, Eko Suratmoko menambahkan warga bisa langsung membawa sertifikat tanah ke posko layanan BPN untuk melakukan pembaruan. Dia menyebut perubahan sertifikat tanpa dikenai biaya.

"Jadi gini dengan keluarnya SK nomor 565 tahun 2022 tentang penetapan nama jalan, jadi BPN sudah siap mendukung SK itu, jadi langkah konkret adalah warga langsung membawa sertifikatnya ke BPN, asli ini, bawa ke BPN kita layani di loket langsung, tanpa biaya gratis," katanya.

"Jadi persyaratannya hanya sertifikatnya dibawa untuk diubah, objeknya kan nama jalan, kalau subjek kan tidak berubah, nama jalan ini berubah. Misal nama jalan dulu A sekarang jadi B, langsung, gratis dipastikan," sambungnya.

Selain itu, Eko memastikan pihaknya membuka layanan posko pengaduan bagi warga yang ingin melapor adanya oknum-oknum tertentu. Dia menyebut selain mendatangi posko, warga juga dapat melaporkan melalui call center.

"Langsung (lapor) ada pengaduan, kita punya tempat pengaduan langsung laporkan dan pastikan itu langsung di loket gratis. Iya (buka posko) langsung di situnya bisa melalui pengaduan, melalui WhatsApp, langsung diadukan," katanya.

Namun, dia mengatakan belum dapat memastikan layanan jemput bola. Menurutnya yang mengetahui nama jalan berubah pada sertifikat tanah hanya warga itu sendiri.

"Jadi gini ya, kan perubahan nama tuh tidak semua paling tadi saya baca cuma 130 meter berubah, kan kita tidak tahu nih sertifikat mana yang berubahkan tentunya masyarakat yang tau, 'oh tetangga saya berubah dari jalan A jadi jalan B', masyarakat yang tahu, kita nggak tahu semua," katanya.

Lebih lanjut, Eko mengatakan perubahan nama jalan pada sertifikat tanah untuk warga yang telah meninggal dapat diwakili oleh ahli waris. Dia menyebut untuk ahli waris hanya dibutuhkan KK atau surat keterangan ahli waris.

"Si A sertifikatnya jalan A atau jalan B, kemudian si A meninggal, dan akan dirubah oleh ahli warisnya, ahli waris tentu bawa dong KK nya atau dia sudah buat keterangan ahli warisnya 'oh iya saya ahli warisnya bapak ini', kan nyambung, jadi nggak usah ribet, tunjukkan aja, saya ahli waris dari bapak ini," tuturnya.

Simak juga 'Urus STNK Gratis Bagi Warga DKI Terdampak Perubahan Nama Jalan':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT