ADVERTISEMENT

BAZNAS Ingatkan Organisasi Pengelola Zakat Terapkan Prinsip 3 Aman

Hanifa Widyas - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 13:00 WIB
BAZNAS
Foto: BAZNAS
Jakarta -

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mengingatkan agar pelayanan masyarakat di Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) terus dioptimalkan. Adapun OPZ meliputi BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Tidak hanya itu, OPZ juga harus menjaga prinsip 3 Aman, yakni Aman syari, Aman regulasi, dan Aman NKRI. Baznas sendiri merupakan lembaga pemerintah yang berperan untuk mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya, di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota sesuai dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP 14 Tahun 2014.

LAZ merupakan badan yang dibentuk oleh masyarakat dan bagian tak terpisahkan dari pengelolaan zakat. LAZ memiliki fungsi untuk membantu BAZNAS dalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan. LAZ disahkan oleh Kementerian Agama dan beroperasi atas rekomendasi BAZNAS.

Dalam pelaksanaannya, LAZ harus sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan zakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan BAZNAS, yakni syariat Islam.

"Menyikapi perkembangan pemberitaan akhir-akhir ini, BAZNAS meminta agar seluruh OPZ tetap fokus bekerja dengan semangat tinggi, sehingga masyarakat dapat dengan mudah menunaikan ibadah zakat, infak dan sedekah (ZIS). BAZNAS juga berterima kasih kepada masyarakat yang terus mempercayakan ZIS melalui BAZNAS, UPZ dan LAZ resmi," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dalam keterangan tertulis, Kamis (7/7/2022).

Noor menjelaskan audit secara berkala terus dilakukan demi menjalankan tugas dengan baik dan transparan. Hal tersebut dilakukan dalam upaya menjaga kepercayaan masyarakat yang telah menyalurkan dana untuk membantu sesama.

"Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sudah tegas diatur bahwa badan atau lembaga amil zakat harus melakukan dua audit, di antaranya, audit keuangan dan audit syariah," ucapnya.

Noor menambahkan LAZ memiliki kewajiban melaporkan pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang telah diaudit kepada BAZNAS secara berkala. LAZ juga wajib menyampaikan laporan pelaksanaan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya kepada BAZNAS dan Pemerintah Daerah. Kewajiban tersebut tertuang dalam PMA Nomor 5 Tahun 2016.

"Laporan pengelolaan ZIS disampaikan dua kali dalam setahun, masing-masing pada Juni dan Desember. BAZNAS tentu terus mendorong agar LAZ menaati peraturan sebagai upaya bersama menjaga integritas," ujar Noor.

Pihak yang tidak menaati dan melanggar PMA No. 5 Tahun 2016 akan ditindak secara tegas. Sanksi tersebut meliputi sanksi peringatan tertulis dan penghentian sementara dari kegiatan sampai pencabutan izin operasional.

"Integritas dan kepercayaan publik itu sangat penting untuk dijaga. BAZNAS, UPZ dan LAZ tentu akan menjaga amanah yang diberikan dengan baik," tutup Noor.

Simak juga 'Baznas DKI soal Infak JIS: Warga Tahunya Bangun Masjid':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT