ADVERTISEMENT

ACT Menepis Bermitra Teroris

Kadek Melda Luxiana, Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 07:52 WIB
Presiden ACT Ibnu Khajar (kanan) bersama Ketua Dewan Pembina ACT N. Imam Akbari (kiri) memberikan keterangan pers terkait pencabutan izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di kantor ACT, Menara 165, Jakarta, Rabu (6/7/22). Tim Legal Yayasan ACT menilai keputusan pencabutan izin yang dilakukan oleh Kementerian Sosial tersebut terlalu reaktif karena seharusnya ada proses yang harus dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Konpers petinggi ACT (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

ACT Cari Tahu soal Transfer Terkait Al-Qaeda

Perihal temuan PPATK itu, Presiden ACT Ibnu Khajar belum bisa memberikan penjelasan. Dia mengaku perlu waktu untuk memeriksa perihal transfer ke orang terkait Al-Qaeda.

"Kami juga sedang lihat, kami tidak akan lihat sekarang, karena pasca tadi siang kami juga ikuti kami perlu waktu untuk melihat siapa kira-kira yang dimaksudkan, apa kita belum paham sama sekali, daripada saya salah menjelaskan, saya juga belum detail, biarkan kami sebentar untuk merenung, melihat kembali," kata Ibnu dalam konferensi pers di Kantor ACT, Jakarta, Rabu (6/7/2022).


(knv/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT