ADVERTISEMENT

Lawatan Jokowi ke Ukraina-Rusia Dinilai Baru 'Buka Pintu' Ego Besar Dunia

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 21:46 WIB
Jokowi Bertolak ke Eropa
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pakar psikologi sosial dari Universitas Indonesia (UI), Roby Muhamad, menilai kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia adalah sebuah upaya permulaan untuk mendamaikan kedua negara yang tengah berkonflik itu. Kunjungan Jokowi itu disebut baru saja 'membuka pintu'.

"Nah, sekarang ini adalah sebuah batu loncatan bagaimana Pak Jokowi ini berhadapan dengan ego-ego besar pemimpin dimulai tadi disebutkan di G7 ya negara-negara maju dan lalu dengan Presiden Zelensky di Ukraina lalu Presiden Putin di Rusia. Nah, ini adalah sebuah permulaan, sebuah PDKT dengan ego-ego besar dunia ini. Jadi PDKT ini langkah pertama, jadi kunjungan pertama itu baru membuka pintu," kata Roby dalam acara Adu Perspektif dengan tajuk 'Dampak Politik Juru Damai Jokowi' yang diadakan detikcom dan Total Politik, Rabu (6/7/2022).

"Jadi, menurut saya, kita ini bahwa fakta bahwa Presiden Jokowi mampu menjalin hubungan yang hampir bisa dibilang diterima oleh semua pemimpin besar di dunia saat ini, itu adalah sebuah sinyal yang cukup kuat bagi publik Indonesia bahwa ini ada sesuatu di sini yang baru yaitu Indonesia dengan Pak Jokowi," tambahnya.

Roby mengatakan upaya permulaan Jokowi di Ukraina dan Rusia tersebut penting. Menurutnya, kunjungan ke Ukraina dan Rusia itu menjadi sejarah karena Jokowi masuk 'gelanggang' pemimpin besar dunia.

"Ini menunjukkan bahwa Indonesia ini ada di gelanggang para pemimpin besar. Ini adalah sebuah sejarah momen sejarah dengan segala dramanya itu yaitu bagian dari sejarah bahwa Indonesia sekarang diterima ada dalam gelanggang pemimpin besar di dunia ini," ucapnya.

Dia menyebut kunjungan Jokowi yang membawa misi perdamaian tidak bisa dinilai berhasil-gagalnya dalam waktu singkat. Sebab, menurut dia, urusan diplomasi adalah proses.

"Kemarin ke Kiev, ke Moskow itu ya ronde pertama, mungkin nanti ada ronde kedua, ronde ketiga mungkin nanti November di Bali kita lihat seperti apa. Ini masih berlangsung lah ronde-ronde selanjutnya, bukan satu ronde saja," imbuhnya.

Lebih lanjut, Roby juga menyinggung terkait keberhasilan diplomasi politik Jokowi terkait impor vaksinasi COVID-19. Menurut dia, keberhasilan Jokowi mengatasi COVID-19 di Indonesia akan menjadi topik pembicaraan utama di G-20 mengenai pembangunan sistem tata kelola kesehatan global.

"Jadi Indonesia sukses menangani COVID ini mau dibawa ke Global, lalu tiba-tiba ada perang Ukraina Rusia. Tapi Indonesia sudah ada di panggung global karena presidensi ke-20, nah kebetulan juga ya kebetulan lagi Presiden Jokowi ini selain ya urusan politik diplomasinya, yaitu adalah seseorang pribadi politisi yang luar biasa yang ternyata sekarang levelnya dipercaya bukan di level ketua umum parpol di Indonesia saja, tapi di level presiden negara-negara besar di dunia," katanya.

"Jadi ini jadi kita dipertontonkan lah Pak Jokowi itu bisa ngangkat beban yang ternyata berat juga. Dulu masih kurus kering, masih baru, dulu lawannya masih parpol, ketum parpol di Indonesia. Nah sekarang itu selesai 80% dikuasai, Pak Jokowi lebih percaya diri, otot-otot politik lebih kuat," imbuhnya.

Simak Video 'Dampak Politik Juru Damai Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]




(fas/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT