ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Penyebab Gas Putih Viral Tumpah ke Jalanan Tangerang

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 11:17 WIB
Tangerang -

Gas berwarna putih yang belakangan diketahui merupakan karbon dioksida tumpah hingga memenuhi Jalan Gatot Subroto, Karawaci, Tangerang. Gas tersebut ternyata berasal dari alat pemadam api ringan (APAR).

"Itu bukan gas oksigen, tapi CO2 yang diperuntukkan untuk bahan APAR. Tapi tidak mudah terbakar," ungkap Kapolsek Karawaci Kompol Hasoloan Situmorang saat dimintai konfirmasi, Rabu (6/7/2022).

Hasoloan menyebut APAR tersebut tidak mengalami kebocoran. Alat tersebut diduga lupa ditutup oleh seorang karyawan yang berada di salah satu perusahaan di sekitar lokasi kejadian.

"Itu bukan kebocoran, ada kelalaian dari karyawan waktu ditutup kerannya itu terbuka," ucap Hasoloan.

Dia menjelaskan gas itu tidak berbahaya karena langsung menguap ke udara. Situasi di sekitar lokasi kejadian kini sudah dalam penanganan.

"Jadi dia itu kan asap, karena di dalam perusahaan distributor itu kan derajatnya minus tuh, akhirnya mengeluarkan asap menguap dia kan likuid gitu. Sudah (steril)," kata Hasoloan.

Lalin Sempat Macet

Sebelumnya, video memperlihatkan gas berwarna putih memenuhi jalan di Tangerang viral di media sosial. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian sempat macet.

Peristiwa itu disebut terjadi di Jalan Gatot Subroto, Cimone, Karawaci, Tangerang. Sejumlah pengemudi kendaraan tampak panik dan berhenti.

Bahkan sejumlah orang ada yang berbalik arah saat melihat gas putih tersebut memenuhi Jalan Gatot Subroto. Suasana di sekitar lokasi tampak dipenuhi gas berwarna putih tersebut.

Mengonfirmasi kejadian itu, Kapolsek Karawaci Kompol Hasoloan Situmorang membenarkan adanya kejadian itu. Hasoloan menyebut mengatakan gas putih itu merupakan karbon dioksida.

"Iya itu benar Jalan Gatot Subroto Cimone. Dan itu bukan gas oksigen, tapi CO2," kata Hasoloan saat dihubungi, Rabu (6/7).

Dia mengungkapkan insiden itu terjadi pukul 07.00 WIB. Banyaknya karbon dioksida yang memenuhi jalan membuat arus lalu lintas (lalin) sempat tersendat.

"Itu kan karena berasap, jadi mengundang perhatian masyarakat. Jadi ada perlambatan lalu lintas. Sudah kita tangani, lalin sudah normal lagi," papar Hasoloan.

(rak/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT