ADVERTISEMENT

PBNU soal Anak Kiai Jombang DPO Dilindungi Ayahnya: Kalau Tak Salah, Datang

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 15:07 WIB
Ketua Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI) Ahmad Fahrur Rozi
Gus Fahrur (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) prihatin atas kasus dugaan pencabulan yang melibatkan anak pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah di Jombang, KH Muhammad Mukhtar Mukthi, yaitu Moch Subchi Azal Tzani alias Mas Bechi. Gus Fahrur menyarankan Mas Bechi mengikuti proses hukum.

"Kita ikut prihatin, semoga kasus tersebut segera selesai dan dipertanggungjawabkan. Saya menyarankan sebagai warga negara yang baik agar mengikuti proses hukum dan mendapat perlakuan, perlindungan yang semestinya," kata Gus Fahrur dalam keterangannya, Selasa (5/7/2022).

Gus Fahrur berharap urusan tersebut bisa segera selesai. Gus Fahrur meminta Mas Bechi, yang berstatus buron, datang ke polisi.

"Jika memang merasa tidak bersalah ya sebaiknya datang baik-baik dan membuktikan agar urusan segera selesai. Dia kan bisa meminta bantuan pengacara yang baik. Daripada terus diburu oleh penegak hukum," ujar Gus Fahrur.

Selain itu, Gus Fahrur menyarankan polisi melibatkan tokoh muda setempat dalam menangani kasus ini. Hal itu dilakukan agar Mas Bechi mengerti soal proses hukum yang berlaku.

"Mungkin polisi bisa melakukan pendekatan melalui tokoh muda (Gus) setempat yang dikenal oleh tersangka agar dia mengerti proses hukum yang harus dilakukan. Untuk membuktikan bahwa dia tidak melakukan apa yang dituduhkan agar benar-benar bebas jika memang tidak bersalah," imbuh Gus Fahrur.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah KH Muhammad Mukhtar Mukthi menyebut anaknya, Mas Bechi, difitnah melakukan pencabulan. Dia meminta Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat tidak menangkap putranya yang menjadi DPO kasus pencabulan.

Dilansir dari detikJatim, video permintaan Kiai Mukhtar itu viral di aplikasi perpesanan. Video direkam saat proses negosiasi saat polisi hendak menangkap Mas Bechi. Sebelumnya, aksi penangkapan Mas Bechi (42) gagal dilakukan. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran pada Minggu (3/7) siang.

Tak hanya itu, Kiai Mukhtar juga meminta polisi menyetop kasus ini. Dalam video tersebut, terlihat sang kiai bersama Kapolres Jombang sedang berada di sebuah majelis. Di sana, terlihat ratusan jemaah.

"Untuk keselamatan kita bersama, untuk kejayaan Indonesia Raya, fitnah ini masalah keluarga. Untuk itu, kembalilah ke tempat masing-masing, jangan memaksakan diri mengambil anak saya yang kena fitnah ini," kata Kiai Mukhtar dalam video yang dilihat detikJatim, Senin (4/7/2022).

Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat menyebut video yang beredar merupakan momen dirinya bernegosiasi dengan Kiai Mukhtar pada Minggu (3/7) sekitar pukul 21.15 WIB. Saat itu, dia yang masuk seorang diri memakai kopiah dan berseragam lengkap. Ia ditemui Kiai Mukhtar dan ratusan jemaah Shiddiqiyyah.

Simak Video 'Sulitnya Polisi Tangkap Anak Kiai Jombang DPO Kasus Pencabulan Santriwati':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT