ADVERTISEMENT

Status Keadaan Darurat PMK, Pemkot Bekasi Terima 200 Vaksin Ternak

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 12:10 WIB
pmk di kediri
Ilustrasi. (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Bekasi -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Status Keadaan Tertentu darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sebagai antisipasi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi menyediakan 200 vaksin untuk sapi perah.

Kelapa DKPPP Kota Bekasi Herbert Panjaitan mengatakan dari total 200 vaksin yang disediakan baru melakukan 46 dosis vaksin terhadap sapi perah dan ternak.

"Minggu lalu kita sudah, laksanakan vaksin PMK. Kemarin kita dapat 200 dosis, yang sasarannya kan sapi perah. Kemarin realisasi Kita baru 46 dosis, karena sasaran vaksin sesuai dengan instruksi provinsi kan untuk Sapi Perah, terus ternak yang sehat," kata Herbert kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).

Herbert mengatakan Pemkot Bekasi juga melakukan sejumlah langkap antisipasi wabah PMK. Mulai dari pembentukan tim Satgas hingga melakukan layanan dan pendataan kesehatan hewan.

"Kalau dari Bekasi sejak Mei kemarin sudah melakukan langkah-langkah antisipasi, dengan pembentukan tim satgas. Yang kedua, kita melakukan surveilans dan kunjungan, dan layanan kesehatan hewan, dan pendataan pendataan peternak, kita lakukan kunjungan, dan layanan kesehatan," tuturnya.

Herbert menyebut setelah Idul Adha akan dilakukan kembali penyisiran untuk pemberian vaksin.

"Nanti kita lihat dulu apakah kira-kira setelah selesai Idul Adha nanti kita sisir lagi untuk pemberian vaksin. (selain sapi perah) bisa (divaksin). Jadi kita sekarang lebih fokus pada sapi perah dan sapi sehat (bukan untuk dijual kurban)," tuturnya.

Hewan untuk Kurban Tak Divaksin

Herbert menjelaskan untuk hewan-hewan kurban tidak dilakukan vaksin. Herbert menjelaskan alasannya hewan untuk kurban tak divaksinasi karena akan dikonsumsi warga.

"Tapi untuk ternak-ternak kebetulan ini menjelang kurban ya, kan mau dikonsumsi ya, jadi tidak kita lakukan vaksin. Jangan sampai kita vaksin ternak padahal ternak itu untuk kurban, jadi kita lakukan langkah antisipasi," kata dia.

"Jadi yang sehat itu bukan yang jual untuk kurban karena ada masa resistensi vaksin, jangan sampai vaksin minggu ini ternyata minggu depan dipotong, makannya kita hindari juga," imbuhnya.

Kendati demikian pihaknya juga melakukan pengawasan kebersihan dan kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha.

"(pengecekan) Kita sudah kita lakukan, sejak dua minggu lalu. Bahkan hari ini tim kita sudah menyebar ke lokasi kandang, untuk melakukan Kesehatan kandang. Nanti kita periksa supaya sehat, kita tempelkan stiker ini sehat, itu lagi berjalan," katanya.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT