ADVERTISEMENT

Semua Anggota Dewas KPK Jadi Majelis Etik Adili Lili Pintauli

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 11:45 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat menerima rombongan finalis Puteri Indonesia di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2022).
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Semua anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK akan bertindak sebagai majelis etik dalam sidang dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar soal dugaan gratifikasi fasilitas MotoGP Mandalika. Rencananya, sidang etik digelar hari ini.

"Iya (kelima anggota Dewas KPK bertindak sebagai majelis etik)," kata anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).

Kelima anggota Dewas KPK itu adalah Tumpak Hatorangan Panggabean, Albertina Ho, Syamsuddin Haris, Indriyanto Seno Adji, dan Harjono.

Aturan soal komposisi majelis etik sudah tercantum sesuai dengan Peraturan Dewas KPK Nomor 03 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Persidangan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi, pemeriksaan sidang etik dibagi dalam empat bagian. Dalam Pasal 6 PerDewas itu disebutkan bahwa ketua atau anggota Dewas menunjuk komposisi majelis sidang etik.

Sebagai informasi, Dewan Pengawas (Dewas) KPK akan menggelar sidang etik Lili Pintauli pada 5 Juli ini. Lili akan disidang soal dugaan gratifikasi fasilitas MotoGP Mandalika yang diterimanya pada Maret lalu.

"Ya (sidang etik Lili Pintauli Siregar dijadwalkan tanggal 5 Juli)," kata Dewas KPK Albertina Ho saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (1/7).

Nantinya Dewas KPK akan memutuskan vonis terhadap dugaan fasilitas MotoGP yang didapat Lili. Jika Lili terbukti bersalah, Dewas KPK akan kembali menghukumnya.

Dewas KPM Albertina Ho sebelumnya memastikan dugaan pelanggaran kode etik Lili menemui babak baru. Albertina Ho menyebut Lili akan menjalani sidang etik.

"Dilanjutkan ke sidang etik," kata anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (28/6).

Lili sudah kesekian kalinya dilaporkan ke Dewas KPK. Terbaru, Lili diduga menerima fasilitas serta akomodasi menonton gelaran MotoGP Mandalika pada Maret 2022.

Dalam laporan itu, Lili Pintauli diduga menerima tiket penginapan dan tiket MotoGP Mandalika. Diketahui, Dewas KPK telah meminta konfirmasi pihak BUMN, yakni PT Pertamina, untuk membawa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan perkara ini.

Dokumen itu antara lain tiket MotoGP pada Grandstand Premium Zone A-Red dan penginapan di Amber Lombok Beach Resort.

(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT