ADVERTISEMENT

Kapolri: Polarisasi Akibat Pemilu 2019 Masih Dirasakan Bangsa

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 11:04 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan polarisasi akibat Pemilu 2019 lalu masih dirasakan Indonesia hingga saat ini. Hal ini katanya harus bisa dijadikan pembelajaran untuk ke depannya agar tidak terulang.

"Sejak 14 Juni 2022, kita memasuki tahapan pemilu 2024. Sementara pemilu 2019 masih menyisakan permasalahan yang masih dapat kita rasakan," kata Sigit saat menyampaikan sambutan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-76 di Semarang seperti disiarkan secara virtual, Selasa (5/7/2022).

Sigit menjelaskan bahwa polarisasi itu telah memecah belah masyarakat sehingga berbahaya bagi kemajuan bangsa. Dengan itu, dia mengatakan pihaknya bakal melakukan pencegahan agar semua itu tidak terjadi.

"Polarisasi ini tidak boleh lagi terjadi pada pemilu, pilpres, pileg, pilkada serentak 2024. Karena konflik sosial dan perpecahan tentunya menjadi kemunduran bagi bangsa Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, rangkaian Hari Bhayangkara ke-76 ini menjadi momentum dalam mempersiapkan diri menjelang Pemilu 2024 nanti. Dia mengatakan kesiapan tersebut dapat digambarkan dalam tema kegiatan Bhayangkara yang mengusung tema persatuan dan kesatuan.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima kedatangan Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra. Pertemuan ini membahas sinergitas dalam mencegah adanya polarisasi yang dapat memecah belah persatuan.

"Terkait juga dengan hal-hal yang saat ini dilaksanakan oleh Polri yang biasa dikenal dengan calling system untuk mencegah terjadinya polarisasi yang akan memecah belah persatuan anak-anak bangsa yang biasanya muncul karena penggunaan politik identitas pada saat pemilu," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (21/6).

Sigit mengatakan pertemuan ini juga mendiskusikan dalam membuat MoU untuk melakukan program-program pertukaran informasi. Hal ini guna dapat memberikan informasi kepada masyarakat secara tepat.

"Hari ini banyak hal yang kita diskusikan terkait bagaimana kita membuat MoU kemudian kerja sama untuk kemudian bisa melakukan program-program pertukaran informasi sosialisasi edukasi terkait dengan hal-hal yang memang kita perlu kerjakan, dan kita juga tadi membahas beberapa tantangan ke depan yang akan kita hadapi sehingga kemudian dibutuhkan kesepahaman terkait dengan pemberitaan," kata Sigit.

"Jadi ini yang tadi kita bahas dan sepakat kita ke depan kita harus menjaga ini semua sehingga kita bisa memberikan literasi pendidikan tentang bagaimana bersama-sama menjaga politik yang sehat yang tentunya ini menjadi perhatian kita bersama," sambungnya.

Simak Video 'Jokowi Minta Polri Kawal Pembangunan IKN hingga Pemilu 2024':

[Gambas:Video 20detik]

(azh/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT