ADVERTISEMENT

Wagub DKI Minta Pedagang Hewan Kurban Tak Jualan di Trotoar

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 09:24 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Annisa-detikcom)
Foto: Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 H jatuh pada 10 Juli mendatang. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mewanti-wanti pedagang hewan kurban tidak berjualan di atas trotoar.

"Tentu kami memahami, mengerti, memasuki hari Raya Idul Adha, Hari Raya Kurban, itu banyak pedagang yang berjualan. Cuman kami minta jangan di trotoar," kata Riza Patria kepada wartawan, Senin (4/7/2022) malam.

Riza khawatir para pejalan kaki bakal terganggu jika pedagang hewan kurban memadati trotoar. Karena itu, Riza meminta supaya pedagang mencari lokasi berjualan selain di area trotoar.

"Kalau di trotoar mengganggu pejalan kaki, mengganggu ketertiban. Silakan cari tempat yang ada. Pemda sendiri sudah juga berupaya mencarikan, membantu mencarikan tempat-tempat bagi pedagang sapi, kambing atau hewan kurban," ujarnya.

Di sisi lain, Riza juga meyakini hewan kurban yang masuk ke Jakarta sehat dan terbebas dari penyakit kuku dan mulut (PMK). Dia juga memastikan proses pemindahan hewan kurban dari suatu wilayah ke Jakarta sesuai prosedur.

"Semua sudah ada proses, dari peternak, pemasok dari daerah sudah memahami, mengerti peraturan. Proses perpindahan dari daerah itu juga melalui satu tahapan, melalui proses," ucapnya.

"Jadi kami yakini sapi yang masuk ke Jakarta itu sehat, tidak ada PMK nya," sambungnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memproyeksikan kebutuhan hewan kurban di DKI Jakarta untuk Idul Adha tahun ini sebanyak 47 ribu. Sejauh ini, sebanyak 42 ribu ekor hewan kurban sudah masuk Jakarta dan terbebas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Yang sudah masuk ke Jakarta saat ini sekitar 42 ribu dan mereka semua menjalani prosedur karantina dan lain-lain sehingga insyaallah status di Jakarta tetap hijau dan aman dari PMK. Masih ada 5.000 yang di perjalanan diproyeksikan nanti akan tuntas sebelum perayaan Idul Adha," kata Anies saat peluncuran program dukungan kebutuhan pangan di Jakarta saat Idul Adha di Kementerian pertanian, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).

Anies mengatakan sebanyak 95% persen kebutuhan pangan Jakarta dipasok dari luar kota. Anies meyakini dukungan yang diberikan pemerintah pusat mampu mengendalikan inflasi, khususnya menjelang Idul Adha mendatang.

"Adanya dukungan selalu memberikan angin segar bagi kita bisa lebih tenang, kondisi harga lebih stabil dan kalo harga stabil maka inflasi terkendali. Bila inflasi di Jakarta terkendali dengan kontribusi Jakarta sekitar 18% dari GDP nasional, maka inflasi nasional pun akan ikut terkendali," ujarnya.

"Kalau inflasi terkendali itu artinya ibu rumah tangga tidak khawatir dengan harga-harga karena harganya stabil itu bahasa praktisnya kira kira begitu dan kita berharap ini terus jalankan," sambungnya.

(taa/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT