ADVERTISEMENT

Lili Pintauli Jalani Sidang Etik soal Fasilitas Nonton MotoGP Pagi Ini

Matius Alfons, Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 06:28 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat menerima rombongan finalis Puteri Indonesia di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2022).
Foto: Lili Pintauli (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar akan menjalani sidang etik Dewas KPK pagi hari ini. Lili akan disidang berkaitan dengan fasilitas nonton MotoGP.

"Sidang jadi nanti jam 10.00 WIB," kata Ketua Dewas KPK Tumpah Hatorangan Panggabean mengkonfirmasi, saat dihubungi detikcom, Selasa (5/7/2022).

Tumpak belum mendapatkan konfirmasi apakah Lili Pintauli akan hadir dalam sidang. Dia juga belum menjelaskan terkait materi sidang.

"Belum tahu, nanti kita lihat," ucapnya.

Sementara itu, Dewas KPK Albertina Ho juga membenarkan rencana sidang Lili Pintauli. Dia menyebut sidang etik itu memiliki tenggat waktu 60 hari kerja.

"Ya (sidang) tertutup, tenggat waktu 60 hari kerja," jelas Albertina.

Sebelumnya, Dewan Pengawas (Dewas) KPK akan menggelar sidang etik Lili Pintauli pada 5 Juli ini. Lili akan disidang soal dugaan gratifikasi fasilitas MotoGP Mandalika yang diterimanya Maret lalu.

"Ya (sidang etik Lili Pintauli Siregar dijadwalkan tanggal 5 Juli)" kata Dewas KPK Albertina Ho saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (1/7).

Nantinya Dewas KPK akan memutuskan vonis terhadap dugaan fasilitas MotoGP yang didapat Lili. Jika terbukti bersalah, Dewas KPK akan kembali menghukum Lili.

Dewas KPM Albertina Ho sebelumnya memastikan dugaan pelanggaran kode etik Lili menemui babak baru. Albertina Ho menyebut Lili akan menjalani sidang etik.

"Dilanjutkan ke sidang etik," kata anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (28/6).

Lili sudah kesekian kalinya dilaporkan ke Dewas KPK. Terbaru, Lili diduga menerima fasilitas serta akomodasi menonton gelaran MotoGP Mandalika pada Maret 2022.

Dalam laporan itu, Lili Pintauli diduga menerima tiket penginapan dan tiket MotoGP Mandalika. Diketahui, Dewas KPK telah meminta konfirmasi pihak BUMN, yakni PT Pertamina, untuk membawa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan perkara ini.

Dokumen itu antara lain tiket MotoGP pada Grandstand Premium Zone A-Red dan penginapan di Amber Lombok Beach Resort. Lili sebelumnya juga pernah dijatuhi sanksi etik pemotongan gaji terkait penyalahgunaan pengaruh dan hubungannya dengan pihak beperkara di KPK, yakni Walkot Tanjungbalai nonaktif M Syahrial.

Lihat Video: Lili Pintauli Diisukan Mengundurkan Diri, KPK: Belum Ada Konfirmasi

[Gambas:Video 20detik]



(maa/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT