Wajah Lebam, Claudio Martines Buka Suara soal Pengeroyokan Pelayan Bar

ADVERTISEMENT

Wajah Lebam, Claudio Martines Buka Suara soal Pengeroyokan Pelayan Bar

Matius Alfons - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 22:54 WIB
Claudio Martinez cerita kronologi dikeroyok di bar Jaksel
Claudio Martinez cerita kronologi dikeroyok di bar Jaksel (Dok. Instagram)
Jakarta -

Eks pesepakbola Claudio Martinez menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah karyawan bar di Kuningan, Jakarta Selatan. Claudio Martinez pun buka suara terkait pengeroyokan yang dialaminya.

Hal itu diungkap oleh Claudio Martinez lewat akun Instagram pribadinya, @martinezzclaudio. Dalam unggahannya itu, dia menjelaskan terkait pengeroyokan yang dia alami pada Jumat (1/7/2022) lalu.

"Kita mau klarifikasi sama istri saya apa yang terjadi dan teman-teman bisa nilai sendiri apa benar bisa dilakukan seperti itu (kepada) kita berdua. Karena kita berdua diperlakukan kayak binatang benar," kata Claudio Martinez seperti dalam video yang dilihat detikcom, Senin (4/7).

Claudio menjelaskan, insiden pengeroyokan itu terjadi saat dia dan istrinya berkunjung ke salah satu bar di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Dia menyebut saat itu datang ke bar tersebut sekitar pukul 00.00 WIB malam.

"Cerita mulai hari Jumat saya habis main (sebagai) bintang tamu di Polda Banten ada acara eksibisi bola, Bhayangkara lagi ultah ke-76, aku diundang teman-teman di sana anggota polisi. Pulang dari sana ada acara kabar di Basque, di Basque kita datang hampir jam 12, kita sebenarnya nggak mau lama, karena saya juga jarang ke klub, udah bukan dunia saya, tapi karena ada acara satu DJ terkenal di Jakarta kita mau datang sama teman-teman lain," ucapnya.

Setiba di lokasi, Claudio mengaku saat itu tiba-tiba sempat diinjak kakinya hingga didorong oleh salah satu pria diduga pelayan bar. Dia mengaku saat itu hanya mempertanyakan apa maksud pria tersebut.

"Tiba-tiba ada waiter lewat, dia injak saya, saya bilang 'Bro, kamu nggak punya mata?' terus dia dorong, terus aku bilang 'kenapa sih lu?' mana dia abis itu pergi lapor ke teman-temannya. Aku diinjak dia samperin saya dia dorong, aku bilang 'kenapa sih lu?' bagi dia itu saya pukul pakai botol, kata dia," ujarnya.

Lihat juga video 'Heboh Remaja Dikeroyok di Probolinggo, Polisi Turun Tangan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak cerita lengkapnya di halaman berikutnya.

Dia menyebut lalu pelayan itu pergi. Namun, selang beberapa saat, Claudio mengaku pelayan itu datang lagi dan langsung mendorongnya dari belakang. Saat itu lah, pengeroyokan itu dimulai.

"Ini video lanjutan, berapa menit kemudian si cowok itu datang lagi dia pukul saya dari belakang, sengaja dia, aku dorong, langsung di belakang ada orang standby keroyok saya semua, yang baju putih dorong saya ini, nah saya (balas) dorong, mereka langsung keroyok saya," jelasnya.

Tak berhenti sampai di situ, Claudio mengaku juga terus dikeroyok sampai ke lift. Dia menyebut ada sekitar 7 orang yang mengeroyoknya saat itu.

"Habis ini dari dalam sini sampai lift, sampai itu habis itu datang 7 orang lagi karyawan Basque semua, itu saya dipukul habis-habisan sampai begini (tunjuk wajah memar), mereka teriak-teriak, ini kejadian di lift, kita kayak kriminal, ini rekaman dari temen aku, mereka mau ambil HP-nya karena nggak mau direkam, nggak mau diposting. Itu aku sama istri saya di lift. Dan parah di dalam lift juga ada orang yang mukulin kita berdua tuh, ini yang paling banyak pukul saya kemeja putih," tuturnya.

Kemudian, Claudio menyebut penganiayaan itu tak berhenti sampai di lift. Dia mengaku juga dikeroyok di lobi hingga sampai ke jalanan.

"Lanjutannya di lobi. itu kita di bawah masih dilanjutin lagi, mereka turun lagi, anarkis banget, parah banget, pokoknya istri saya agak trauma dikit. Itu kita pikir sudah selesai, masih lanjut. Pokoknya di situ kita kayak binatang bener, makanya kita mau viralkan ke mana-mana. Kita mau tuntut mereka, saya berdarah semua, hancur semua, baju saya semua, hancur, baju istri saya, istri saya gelang emas hilang, anting hilang, duit cash saya hilang, jadi itu nggak penting tapi kita diperlakukan seperti binatang berdua," sebutnya.

Atas pengeroyokan itulah Claudio berharap pihak kepolisian menindak para pelaku. Dia meminta agar mereka diproses hukum.

"Kita pengin kepolisian segera tindak, ntar kita kasih lihat ya (CCTV), kalian bisa lihat apa yang terjadi. Kita juga dapat laporan dari berapa teman yang sering pergi ke tempat itu di Basque, di Mega Kuningan, kalau ini bukan pertama kali, ini sering terjadi hal seperti ini sama orang luar," imbuhnya.

detikcom telah menghubungi pihak Basque Bar de Tapas untuk meminta klarifikasi. Tetapi hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan dari pihak bar.

(maa/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT