ADVERTISEMENT

Bogor-Sukabumi via Leuwiliang Masih Tak Bisa Dilewati Mobil Pascalongsor

Muchamad Sholihin - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 14:19 WIB
Kondisi jembatan di Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat yang rusak pascalongsor.
Kondisi jembatan di Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat, yang rusak pascalongsor. (dok. Dinas PUPR Kabupaten Bogor)
Bogor -

Jalan lintas Bogor-Sukabumi via Cianteun, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), belum bisa dilalui mobil akibat longsor pekan lalu. Pihak Kecamatan Leuwiliang berharap jalur tersebut bisa segera diperbaiki karena mengganggu aktivitas warga.

"Sementara hanya bisa dilalui roda dua. Harus segera diperbaiki karena masyarakat Desa Purasari, yang di Cianten, tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat," kata Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana kepada wartawan pada Senin (4/7/2022).

Daswara menyebut bus angkutan yang biasa digunakan warga Bogor menuju Sukabumi dan sebaliknya kini berhenti beroperasi. Sebab, jalur trayek bus tersebut masih dalam perbaikan akibat longsor.

"Dan ada trayek bis DAMRI yang melayani masyarakat Bogor wilayah barat yang mau ke Sukabumi lewat Cianten, sekarang tidak bisa operasi, karena kan jalannya belum bisa dilalui," kata Daswara.

"Masalah butuh sembako masyarakat bisa belanja ke Sukabumi, karena jarak kan lebih dekat (dibanding ke Pasar Leuwiliang)," tambahnya.

Sementara itu, pihak Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor menyebut saat ini sedang dibangun jembatan darurat agar bisa dilalui kendaraan roda 4 sebagai pengganti jembatan yang putus akibat longsor.

"Saat ini masih pemasangan jembatan darurat bailey, mudah-mudahan Rabu sudah bisa dilalui lalu lintas secara normal," kata staf Fungsional PUPR Kabupaten Bogor, Asep Supriyatna.

"Pengerjaan sekarang tinggal pembangunan jembatan. Ke depan akan dibangun jembatan permanen, termasuk rehab dan rekon pascabencana. Material longsor yang menutup jalan di beberapa titik sudah dibersihkan," tambahnya.

Lihat juga video 'Longsor Putus Akses Jalan Desa dan Kelurahan di Pedalaman Polman':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT