ADVERTISEMENT

Cerita Tjahjo Kumolo Semedi di Makam Sunan Kalijaga demi Keris

Deden Gunawan - detikNews
Minggu, 03 Jul 2022 16:25 WIB
Profil Menteri Thahjo Kumolo dikenal sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) 2019-2024 di Kabinet Indonesia Maju.
Almarhum Tjahjo Kumolo (dok. Prokompim Kota Magelang)

Sebelum hijrah ke PDI Perjuangan, 1985 itu berkiprah di Golkar. Tapi, di awal reformasi, ketika Golkar berubah menjadi Partai Golkar lewat Munas Luar Biasa, 1998, dia tak ikut bergabung. Dalihnya, tak merasa cocok dengan Akbar Tanjung yang memimpin partai itu.

Tjahjo kemudian sempat hendak merapat ke Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). Partai itu disiapkan Jenderal (Purn) Edi Sudradjat seusai kalah suara dari Akbar Tanjung memperebutkan Golkar.

Belum resmi bergabung, Tjahjo Kumolo ditawari Panda Nababan bergabung ke PDI Perjuangan. Wartawan kawakan yang juga pendiri PDI Perjuangan itu segera mengajaknya bertemu dengan Megawati dan Taufiq Kiemas di Kebagusan.

"Saya ikut mobil Tjahjo. Saya masih ingat mobil dia saat itu Volvo tua, sudah butut," tulis Panda dalam otobiografinya, "Lahir Sebagai Petarung'. Dia mengaku kemudian belasan kali membawa Tjahjo agar bisa dekat dengan Mega dan Taufiq.

Cerita berbeda diungkap dalam buku 'Tanpa Rakyat Pemimpin Tak Berarti Apa-apa: Jejak Langkah 60 Tahun Taufiq Kiemas'. Di situ disebutkan bahwa Tjahjo berusaha masuk PDI Perjuangan melalui pengurus DPD PDI DKI Jakarta seperti Santayana Kiemas dan Audi Tambunan. Gayung bersambut, karena PDI pun sejatinya tengah mencari figur-figur politisi berpengalaman.

Saat bertemu di Kebagusan, Tjahjo pun langsung diminta membantu PDI Megawati. "Yo, lu masuk bantu partai, ya!" kata Taufiq.

Dengan jam terbang yang dimiliki sebelumnya, di "Kandang Banteng" Tjahjo langsung dipercaya sebagai Direktur SDM Litbang DPP PDIP, 1999-2002. Di DPR dia menjadi Ketua Fraksi selama dua periode, 2004-2009, 2009-2014. Pada Kongres III PDIP, Megawati menunjuk Tjahjo sebagai Sekretaris Jenderal PDIP (2010-2015) menggantikan Pramono Anung yang menjadi Wakil Ketua DPR (2014-2019).

Saat Jokowi menjadi Presiden, Megawati menitipkan suami dari Erni Guntarti itu untuk menjadi Menteri Dalam Negeri, 2014-2019. Di periode kedua, Tjahjo diminta membenahi birokrasi dengan menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Kinerjanya sebagai MenPAN-RB tergolong baik. Paling tidak, Lembaga Klimatologi Politik pernah mencatatkan soal ini. Tjahjo disebutkan mampu menerapkan aturan-aturan yang baik di lingkungan kementerian. Khusus menjelang pilkada, langkah-langkah yang telah dilakukannya juga dianggap bagus, mengingat Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian PAN-RB sedang mengampanyekan gerakan netralitas PNS menghadapi pilkada serentak.

Saat PDI Perjuangan menggelar rakernas, 21-23 Juni, sosok Tjahjo Kumolo tak terlihat di deretan elit partai itu. Rupanya sejak sepekan sebelumnya dia menjalani perawatan intensif di RS Abdi Waluyo. Selain keletihan, belakangan diketahui dia mengidap sakit paru-paru, diabetes, dan asam urat.

Di hari baik, Jumat (1/7/2022), Tjahjo Kumolo mengembuskan nafas terakhir, meninggalkan Rahajeng Widyaswari, Karunia Putripari Cendana, dan Arjuna Cakra Candrasa. Tjahjo Kumolo dimakamkan di TMP Kalibata.

Selamat jalan menuju keabadian Mas Tjahjo....


(jat/jat)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT