ADVERTISEMENT

BPBD DKI: 10 Wilayah Jaksel-Jaktim Potensi Alami Pergerakan Tanah

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 03 Jul 2022 16:18 WIB
Foto udara pemandangan kota Jakarta, Jumat (21/1/2022). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, penurunan permukaan tanah yang diakibatkan oleh eksploitasi air yang berlebihan dan pembangunan infrastruktur semakin meningkatkan ancaman banjir dan kerentanan wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/aww.
DKI Jakarta (ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG)
Jakarta -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat terdapat 10 wilayah di Jakarta yang berpotensi mengalami pergerakan tanah. Pergerakan tanah berpotensi terjadi di wilayah yang berbatasan dengan sungai ataupun tebing jalan.

Hal itu diketahui berdasarkan informasi bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jakarta. Adapun 10 wilayah di Jakarta itu masuk zona menengah.

"Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan," demikian informasi yang disampaikan melalui Instagram @bpbddkijakarta seperti dilihat, Minggu (3/7/2022).

Lebih lanjut, BPBD DKI menjelaskan bahwa 10 wilayah yang berpotensi mengalami pergerakan tanah tersebar di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim), dengan 8 dari 10 wilayah tersebut berada di Jaksel.

"Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG," jelasnya.

Berikut ini daftar 10 wilayah di Jakarta yang berpotensi mengalami pergerakan tanah:

Jakarta Selatan
- Cilandak
- Jagakarsa
- Kebayoran Baru
- Kebayoran Lama
- Mampang Prapatan
- Pancoran
- Pasar Minggu
- Pesanggrahan

Jakarta Timur
- Kramat Jati
- Pasar Rebo

Atas hal ini, BPDB DKI mengimbau pejabat pemerintah dan warga di 10 wilayah yang berpotensi mengalami pergerakan tanah untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah. Terutama, ketika curah hujan di atas normal.

"Untuk itu kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," imbuhnya.

Simak juga Video: Penampakan Jalanan di Banten Amburadul Karena Pergerakan Tanah

[Gambas:Video 20detik]



(taa/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT