ADVERTISEMENT

Polisi Minta Pengadilan Evaluasi SIM Pemotor yang Invasi Trotoar

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 03 Jul 2022 11:38 WIB
Acara HUT ke-76 Bhayangkara di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (3/7/2022).
Acara HUT ke-76 Bhayangkara di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (3/7/2022). (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi menyoroti sejumlah pengendara roda dua yang menyalahgunakan fungsi trotoar saat kondisi lalu lintas (lantas) macet. Firman turut prihatin atas hal itu dan meminta pihak pengadilan mengevaluasi kelayakan SIM yang dimiliki pelanggar lantas.

"Bikin rapor mereka yang tercatat berulang kali melanggar mudah-mudahan lewat bapak kita yang ada di pengadilan dievaluasi, masih layak nggak yang bersangkutan pegang SIM. Karena itu sudah jelas prioritas pejalan kaki dipakai, difabel buat lewat situ dipakai," ujar Firman di kawasan car free day, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (3/7/2022).

Firman berpesan kepada polisi lantas agar tidak segan menindak tegas pengendara roda dua yang melintas di trotoar. Hal ini dikarenakan fungsi dari trotoar seharusnya digunakan bagi pejalan kaki dan disabilitas.

"Ini pembelajaran buat kita semua, ya. Jadi sekali lagi saya sampaikan kepada masyarakat yang sudah peduli dengan ketertiban lalu lintas, kepada yang lain, saya mengajak mari tertib berlalu lintas," kata Firman.

"Jadi kalau kita mau tambah polisi yang berseragam seperti saya ini berapa pun banyaknya, mau ditambah kamera sebanyak apapun, sepanjang masyarakat belum menjadi polisi bagi dirinya sendiri yang kita dapatkan hanyalah pembengkakan efisiensi untuk mengawasi masyarakat yang selalu kucing-kucingan," sambungnya.

Kemudian, dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-76, Polantas Polri mengusung tema 'Implementasi Act Policing Guna Mewujudkan Kamseltibcar Lantas Dalam Rangka Menuju Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh'. Menurut Firman, permasalahan lalu lintas tidak sebatas menghambat aktivitas kehidupan masyarakat, tetapi juga merugikan pengguna jalan.

"Untuk itu, dibutuhkan suatu tatanan, aturan berlalu lintas sehingga terwujudnya segala aktivitas masyarakat yang aman, selamat, tertib, dan lancar. Keselamatan merupakan jiwa dari suatu peradaban yang peduli kepada kemanusiaan. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat kemajuan dalam masyarakat di mana pola konvensional sudah mulai ditinggalkan terkadang faktor keselamatan diabaikan," ujar dia.

"Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan mengajak kita untuk bersama-sama dalam meningkatkan kualitas disiplin berlalu lintas yang secara langsung atau tidak langsung akan mengurangi tingkat pelanggaran lalin. Hadirin yang saya hormati, melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan tertib berlalu lintas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan," sambungnya.

(ain/fca)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT