ADVERTISEMENT

Tito: Tjahjo Kumolo Merasa Tidak Enak Badan Sejak di Luar Negeri

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 21:52 WIB
Profil Menteri Thahjo Kumolo dikenal sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) 2019-2024 di Kabinet Indonesia Maju.
Tjahjo Kumolo (dok. Prokompim Kota Magelang)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkap kondisi Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo sebelum meninggal dunia. Tito menyebut Tjahjo Kumolo merasakan tidak enak badan sejak berada di luar negeri.

"Saya mengikuti perawatan beliau karena waktu beliau tidak lagi enak badan, dan meriang, itu di luar negeri, itu kan kunjungan tersebut juga bersama dengan kakak kandung saya yang juga deputi di sana," kata Tito di rumah duka Tjahjo Kumolo di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (2/7/2022).

Dari kakak kandung yang jadi Deputi di KemenPAN-RB itulah Tito mendapat informasi Tjahjo Kumolo dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo. Tito terus mengikuti perkembangan kondisi Tjahjo sampai mendapat kabar bahwa Tjahjo sempat membaik.

"Saya mengikuti semua perkembangan. Memang sempat drop, tapi sudah membaik. Bahkan pada waktu hari Kamis itu saya ikutin terus karena kakak saya nungguin di sana. Deputinya beliau itu nungguin di situ. Kondisinya membaik, maka saya memutuskan untuk berangkat ke Singapura untuk memenuhi undangan resmi dari pemerintah Singapura," kata Tito.

Tito menceritakan dia sempat menjenguk Tjahjo di rumah sakit. Namun, saat itu, kondisi Tjahjo sedang tidak sadarkan diri.

"Saya waktu jenguk beliau, beliau dalam kondisi sedang tidak disadarkan ya. Supaya apa kondisi beliau di paru-paru beliau kan sudah diambil alih oleh mesin ya. Ini paru-paru beliau sudah ditidurkan supaya terjadi recovery. Dengan obat-obatan dan lain-lain dan sebenarnya sudah terjadi perbaikan," ujar Tito.

Tito kemudian mengatakan dirinya mendapat kabar Tjahjo meninggal dunia pada saat dia tiba di Singapura untuk melakukan kunjungan kerja. Tito mengaku sempat terkejut atas kabar tersebut.

"Jadi waktu saya mendarat di Changi saya mendapat kabar yang bagi saya mengagetkan wafat, padahal subuh saya mendapat informasi membaik itu sudah kondisi semua tensi membaik, saturasi bagus, waktu saya berkunjung pun membesuk beliau langsung itu juga bagus kondisinya stabil," jelas Tito.

Lebih lanjut, Tito bersama dengan keluarga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengaku sangat berduka atas kepergian Tjahjo. Tjahjo merupakan mantan Menteri Dalam Negeri periode 2014-2019. Bagi Tito, Tjahjo merupakan sosok senior yang dihormati.

"Tentu keluarga besar Kemendagri merasa sangat berduka sedalamnya karena beliau adalah bagi saya pribadi adalah sosok senior bagi saya, senior yang saya hormati," jelas Tito.

MenPAN-RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia Jumat (1/7) pukul 11.10 WIB. Tjahjo meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat, setelah sempat dirawat akibat infeksi.

Almarhum telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Keluarga mengungkap Tjahjo Kumolo sempat dirawat di tiga rumah sakit berbeda dengan penyakit yang sudah kompleks sebelum mengembuskan napas terakhir pada Jumat (1/7).

"Bapak kemarin sempat sakit, ada infeksi di perut terus menjalar ke paru, ke ginjal, ke liver dan sudah pakai bantu alat pernapasan. Alat bantu paru, jantung, cuci darah segala macam. Kondisi stabil ya harus pakai alat, jadi dokter semaksimal mungkin. Ada tiga rumah sakit, Abdi Waluyo, Harapan Kita, sama RSPAD," ujar menantu Tjahjo Kumolo, Detri Warmanto, di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT